PT Marvel Mendapat Fasilitas Kawasan Berikat

Perusahaan produsen sarung tangan dan perlengkapan pakaian musim dingin, PT Marvel Sports Indonesia (MSI) mendapatkan fasilitas fiskal berupa kawasan berikat dari Kantor Bea Cukai Jateng-DIY.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 November 2019  |  17:10 WIB
PT Marvel Mendapat Fasilitas Kawasan Berikat
Ilustrasi sarung tangan. - Reuters/Bazuki Muhammad

Bisnis.com, SEMARANG — Perusahaan produsen sarung tangan dan perlengkapan pakaian musim dingin, PT Marvel Sports Indonesia (MSI) mendapatkan fasilitas fiskal berupa kawasan berikat dari Kantor Bea Cukai Jateng-DIY.

PT Marvel Sports International (MSI) pada Rabu (27/11/2019), resmi mendapatkan fasilitas fsikal berupa Kawasan Berikat. Penetapan ini menjadi perizinan Kawasan Berikat yang ke-22 sepanjang 2019.

“Sesuai dengan salah satu visi pembangunan Presiden Joko Widodo yaitu mengundang investasi, Bea Cukai terus mendukung industri dalam negeri dengan memberikan fasilitas fiskal kepada industri-industri manufaktur yang berorientasi ekspor,” tutur Juli Tri Kisworini, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Jateng-DIY, dalam siaran resmi, Kamis (28/11/2019).

PT MSI adalah perusahaan yang memproduksi sarung tangan dan perlengkapan pakaian musim dingin. Sebelumnya PT MSI telah menggunakan fasilitas fiskal berupa Kemudahan Impor tujuan Ekspor (KITE).

Namun, perkembangan perusahaan serta permintaan pasar yang tinggi mendorong PT MSI untuk berpindah menggunakan fasilitas Kawasan Berikat.

Juli mengatakan, kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan penerima status Kawasan Berikat akan berbeda karena fasilitas yang diberikan juga berbeda dari penerima KITE.

“Ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan, sesuai peraturan Menteri Keuangan nomor 131 tahun 2017 dan peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor 19 tahun 2018 perusahaan wajib membuat laporan keuangan dan laporan dampak ekonomi perusahaan yang disampaikan ke Bea Cukai dalam bentuk kuisioner,” jelasnya.

Direktur PT MSI Huang Shu Chuan mengungkapkan alasan ingin pindah dari fasilitas KITE ke Kawasan Berikat adalah adanya rencana penambahan kapasitas produksi pada 2020 nanti. Oleh karena itu, perusahaan harus menekan biaya pengeluaran.

“Rencana kami untuk menambah kapasitas produksi membuat kami harus menekan biaya pengeluaran, salah satunya dengan menggunakan fasilitas Kawasan Berikat ini dimana kami mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak dalam rangka impornya, sehingga biaya tersebut dapat dialokasikan untuk penambahan mesin agar kapasitas produksi bisa meningkat,” paparnya.

Selain itu, Huang Shu Chuan mengatakan dengan penyelesaian kepabeanan yang cepat akan membantu perusahaan untuk produksi tepat waktu.

Dampak ekonomi yang saat ini ditimbulkan dengan adanya PT MSI adalah tumbuhnya perekonomian di sektor riil. Di sisi lain, usaha-usaha kecil penduduk sekitar bermunculan seperti warung makan, rumah kos, dan lain-lain.

Dengan pemberian fasilitas fiskal dan kemudahan prosedur yang terus diberikan pemerintah melalui Bea Cukai, diharapkan dapat meningkatkan investasi dan ekspor. Dengan demikian, perusahaan ekspor dapat membantu pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, jawa tengah, kawasan berikat

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top