TKI Pulang Kampung, 65 Orang Dalam Pemantauan Corona di Sragen

Mereka baru pulang dari Korea Selatan, Arab Saudi, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Belanda, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  14:35 WIB
TKI Pulang Kampung, 65 Orang Dalam Pemantauan Corona di Sragen
Tenaga kerja indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. - JIBI

Bisnis.com, SRAGEN — Sebanyak 65 orang berstatus dalam pemantauan atau ODP terkait corona di Sragen karena berisiko tinggi terinfeksi virus corona (Covid-19). Mereka merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari luar negeri.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menginstruksikan paramedis dan dokter di 25 puskesmas untuk memantau secara harian kondisi kesehatan mereka. Data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menunjukkan jumlah ODP awalnya 11 orang, kini melonjak menjadi 65 orang di hampir 20 kecamatan.

Mereka baru pulang dari Korea Selatan, Arab Saudi, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Belanda, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat. Bupati memprediksi dalam 2-3 hari ke depan banyak TKI asal Sragen yang pulang kampung karena tempat kerja mereka juga diliburkan.

“Seperti semalam ada rombongan dua bus yang baru pulang dari Bali di Masaran. Ada juga pelajar yang habis studi tour ke Bali yang baru pulang. Mereka sebenarnya ODP tetapi kami bicara orang yang berisiko tinggi terkena Covid-19 [virus corona], seperti warga yang baru datang dari luar negeri. Petugas puskesmas harus siap,” ujar Yuni, sapaan Bupati, saat ditemui wartawan di Rumdin, Senin (16/3/2020).

Yuni menjelaskan pantauan ODP corona di Sragen selama 14 hari itu terhitung sejak mereka tiba dari luar negeri di daerah masing-masing. Dia mengatakan mereka harus dicek kesehatannya setiap hari, seperti mengecek suhu tubuh, keluhan mereka, gejalanya, dan seterusnya. Bila ada keluhan panas, ujar Bupati, pemantauan lebih intensif.

“Pemantauan ini dilakukan secara daily [harian] dan petugas yang datang ke rumah warga, bukan warga yang datang ke puskesmas. Saya apresiasi kepada para perawat dan dokter,” ujarnya.

Bupati menjelaskan sampai hari ini belum ada laporan ODP corona di Sragen yang sampai masuk rumah sakit. Dia menjelaskan setiap hari data ODP didata. Yuni mengajak DKK untuk evaluasi untuk pemantauan. Yuni juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk sosialisasi pada daerah binaan.

Yuni meminta kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk ikut menenangkan masyarakat. Yuni juga bersilaturahmi ke ustaz dan ustazah agar saat ceramah diselipkan pesan kewaspadaan terhadap virus corona.

“Seluruh elemen masyarakat wajib bergotong-royong untuk mencegah virus ini. Semoga kita bisa melalui ini dengan baik dan kondusivitas daerah tetap terjaga,” harapnya.

Terpisah, Kepala DKK Sragen Hargiyanto mengatakan jumlah ODP berisiko corona di Sragen yang tercatat sebanyak 65 orang. Dia mengatakan mereka statusnya TKI dari sejumlah negara di luar negeri. Hargiyanto mengatakan puskesmas memang lebih aktif mendata di daerah wilayah kerja masing-masing dan melaporkan ke DKK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
TKI, jawa tengah, Virus Corona

Sumber : Solopos

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top