Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WABAH COVID -19: Sri Mulyani Keluarkan Edaran, Puluhan Paket Proyek di Jateng Ditunda

Puluhan proyek di Jawa Tengah yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2020 ditunda setelah adanya edaran dari pemerintah pusat akhir pekan lalu.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  19:45 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG - Puluhan proyek di Jawa Tengah yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2020 ditunda setelah adanya edaran dari pemerintah pusat akhir pekan lalu.

Dalam Surat Edaran No.S-247/MK.07/2020 yang diterbitkan Jumat (27/3/2020), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta seluruh kepala daerah (pemda) di semua tingkatan untuk menunda pengadaan barang & jasa yang bersumber dari DAK Fisik kecuali untuk kegiatan kesehatan dan pendidikan.

Penundaan ini menurut Sri Mulyani adalah salah satu kebijakan yang diambil pemerintah untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah virus corona atau COVID-19 yang kian meluas.

"Penghentian proses pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan sejak ditetapkannya surat ini," tulis Menkeu dalam surat yang dikutip Bisnis, Minggu (29/3/2020).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Jateng Peni Rahayu menanggapi bahwa adanya edaran tersebut, praktis semua proyek selain di bidang kesehatan dan pendidikan yang alokasi anggarannya berasal dari DAK Fisik tahun 2020 akan ditunda.

"[Apakah ini untuk kesehatan] kami belum tahu, masih menunggu arahan dari pusat," ungkap Peni kepada Bisnis.

Data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan total DAK Fisik tahun 2020 yang dibagi ke daerah mencapai Rp72,25 triliun. Alokasi DAK Fisik ini digunakan untuk menunjujang 7 (tujuh) Bidang DAK Fisik Reguler, 13 (tiga belas) Bidang DAK Fisik Penugasan, dan 7 (tujuh) Bidang DAK Afirmasi.

Kendati demikian, Peni memastikan bahwa ketentuan itu hanya berlaku bagi proyek yang dibiyai APBN. Sementara proyek-proyek yang skema pembiayaan berasal dari luar APBN maupun APBD, tetap bisa berjalan sesuai rencana. Beberapa proyek misalnya Jalan Tol Solo - Yogyakarta atau proyek Semarang Harbour terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang cukup posotif.

"Tol Solo - Yogya proses persiapan penetapan lokasi tetap berjalan, Tol Semarang Harbour sudah ada surat dari Mentri PUPR kepada gubernur terkait trase,"imbuh Peni.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng Hanung Triyono menambahkan untuk proyek yang sudah dalam proses dan terkontrak tetap berjalan. Namun dia tak memungkiri ada beberapa kegiatan yang refocusing.

"Jadi untuk yang belum berproses ditunda. Kira-kira ada 20-an paket rehabilitasi jalan dan jembatan," imbuhnya.

Hanung menjelaskan di luar skema pembiayaan APBN, pengaruh wabah covid-19 belum signifikan. Pihaknya saat ini mengutamakan kegiatan-kegiatan yang menyerap tenaga kerja banyak (pemeliharaan rutin). "Tetapi tetap waspada dengan protokol kesehatan dan protokol pekerjaan konstruksi (K3K)," jelasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top