Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fokus Solo Hadapi Pandemi Corona, Ini Strateginya

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menurutnya saat ini sedang menyeleksi kegiatan-kegiatan yang bisa ditiadakan atau disesuaikan pelaksanaannya.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  11:53 WIB
Warga melewati portal disinfektan otomatis yang dipasang depan pintu masuk komplek Balaikota Solo, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020). Pemerintah Kota Solo mewajibkan siapapun yang masuk untuk disterilisasi dengan melewati portal tersebut guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau COVID-19 di lingkungan Balaikota. - Antara/Mohammad Ayudha
Warga melewati portal disinfektan otomatis yang dipasang depan pintu masuk komplek Balaikota Solo, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020). Pemerintah Kota Solo mewajibkan siapapun yang masuk untuk disterilisasi dengan melewati portal tersebut guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau COVID-19 di lingkungan Balaikota. - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, SEMARANG — Pasca penetapan perpanjangan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sampao 13 April mendatang, Pemerintah Kota Surakarta fokus pada persoalan penyediaan anggaran

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan bahwa penyediaan anggaran cukup penting, apalagi jika dana penanggulangan bencana yang telah teralokasi dalam APBD sebesar Rp2 miliar, tidak mencukupi.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menurutnya saat ini sedang menyeleksi kegiatan-kegiatan yang bisa ditiadakan atau disesuaikan pelaksanaannya.

"Termasuk proyek-proyek yang belum dilelangkan. Umpamanya pembangunan gedung parkir di Balai Kota, yang kami anggap belum begitu mendesak untuk saat ini,” papar Rudy sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Senin (30/3/2020).

Rudy menambahkan, potensi penambahan dana bagi penanganan wabah virus corona atau Covid - 19, bisa juga diperoleh dari penyesuaian kegiatan non prioritas. Kegiatan yang harus tetap dilaksanakan juga akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Sebab perolehan pendapatan daerah dipastikan menurun. Mungkin nanti bisa dilakukan secara multiyears, atau strategi lain,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Surakarta memperpanjang status Kejadian Luar Bisa (KLB), yang semula ditetapkan pada 16 Maret hingga 29 Maret, diperpanjang sampai dengan 13 April 2020.

Kebijakan ini diambil guna memaksimalkan upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona di wilayah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top