Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Impor 20.000 Ton Gula, Pemprov Jateng Sebut Stok Aman Sampai Mei

Impor gula kristal mentah dari Thailand diharapkan menambal tingginya kebutuhan gula di Jawa Tengah.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  16:16 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG - Impor gula kristal mentah dari Thailand diharapkan menambal tingginya kebutuhan gula di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng Arif Sambodo mengatakan bahwa kedatangan bahan baku gula kristal putih ini akan menambah pasokan gula sampai beberapa bulan ke depan, meski untuk siap dikonsumsi masih perlu diolah terlebih dahulu.

"Berita masuknya 20.000 ton raw sugar ini ke PT Industri Gula Nusantara (IGN), kebutuhan gula cukup sampai dengan Mei 2020," kata Arif kepada Bisnis, Selasa (31/3/2020).

Arif melanjutkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan gula, sejak 25 Maret 2020 sudah datang gula kristal ke Bulog kanwil Jateng yang akan digunakan untuk operasi pasar. Pekan ini juga ada gula kristal yang direncanakan masuk 3.000 ton di Bulog.

"Awal April juga akan masuk raw sugar 30.000 ke PT Gendhis Multi Manis (GMM) Blora," imbuhnya.

Adapun impor gula mentah dari Thailand ini sejalan dengan kebijakan di pemerintah pusat. Pemerintah memang sengaja tidak mengimpor gula kristal siap konsumsi karena mempertimbangkan adanya nilai tambah di Jawa Tengah.

"Betul (supaya ada nilai tambah)," ungkapnya.

Seperti diketahui, sebuah kapal pengangkut gula kristal mentah dari Thailand bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Dalam dokumen Pemberitahuan Kedatangan Kapal yang diperoleh Bisnis, kapal MV Irongate yang berbendera Liberia tersebut memuat 20.000 ton gula kristal mentah. Adapun kapal ini berlayar dari Sriracha, salah satu daerah di Thailand.

Setelah sandar di Pelabuhan Tanjung Emas, gula pasir mentah itu kemudian dibawa menuju ke gudang milik PT Industri Gula Nusantara (IGN) yang berlokasi di Cepiring, Kendal Jawa Tengah.

Kepala Kantor Pengawasan & Pelayanan (KPP) Bea Cukai Tipe Madya Pebean Tanjung Emas Anton Martin membenarkan adanya impor gula kristal mentah di kawasan pabean Tanjung Emas.

"Gula tersebut dibawa ke Gudang Berikat IGN yang berada dibawah pengawasan KPPBC TMP A Semarang," kata Anton,.

Anton tak menjelaskan apakah gula tersebut sudah siap konsumsi atau belum. Namun berdasarkan persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), jenis komoditas yang diimpor adalah gula kristal mentah.

Gula kristal mentah adalah gula kristal sakarosa yang dibuat dari tebu atau bit melalui proses defikasi yang tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut. Proses lebih lanjut adalah proses pemurnian lanjutan untuk dapat menghasilkan gula kristal putih atau gula rafinasi

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top