Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jamu Ini Diklaim Sembuhkan Tujuh Pasien Terpapar Corona

Jenis empon-empon yang digunakan dipelajari sejak wabah SARS menyerang penjuru dunia pada medio 2002.
Chrisna Chaniscara
Chrisna Chaniscara - Bisnis.com 14 April 2020  |  11:24 WIB
Pedagang jamu tradisional di Banjarbaru, Tarmuji. - Antara
Pedagang jamu tradisional di Banjarbaru, Tarmuji. - Antara

Bisnis.com, SOLO — Warga Punggawan, Banjarsari, Solo, Tri Dewa, mengaku telah menemukan ramuan herbal atau jamu yang dapat menyembuhkan pasien positif Covid-19. Ramuan berbentuk jamu itu berasal dari olahan 20 jenis empon-empon seperti jahe merah, kunir, serai hingga daun kelor.

Tri Dewa mengklaim ramuan yang diberi nama Contravid itu telah menyembuhkan tujuh pasien terpapar virus corona di Jakarta.

Tri Dewa pun memberanikan diri bertemu Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di Balai Kota, Senin (13/4/2020), untuk menawarkan resep herbalnya itu. Lelaki 50 tahun itu berharap jamu Contravid mendapat dukungan Pemkot Solo untuk diproduksi massal dan dibagikan pada masyarakat.

“Ramuan ini sudah teruji. Ada tujuh pasien positif Covid-19 di Jakarta yang sembuh setelah minum produk ini lima hari berturut-turut,” klaim Tri Dewa saat dihubungi JIBI, Senin (13/4/2020) malam.

Tri Dewa menjelaskan ramuan jamu Covid-19 itu tidak ditemukan secara tiba-tiba. Dia mulai tekun mempelajari manfaat tiap jenis empon-empon sejak wabah SARS menyerang penjuru dunia pada medio 2002.

Saat itu Tri mengolah sekitar 10 jenis empon-empon untuk obat penderita SARS. Tri kemudian menambahkan 10 jenis empon-empon baru yang dinilainya berkhasiat untuk menyembuhkan Covid-19.

“Racikan ini saya rebus dengan tambahan ion positif. Rebusan ini kemudian saya kemas dalam botol berukuran 250 ml. Untuk menyembuhkan Covid-19, sebotol jamu cukup diminum sehari sekali selama lima hari berturut-turut,” jelas lelaki yang bekerja di sektor keuangan ini.

Belum Diuji Laboratorium
Tri Dewa mengakui minuman temuannya itu belum melalui uji laboratorium atau sejenisnya. Dia mengklaim sudah mencoba mengajukan ramuannya ke BPOM untuk diuji tapi ditolak. Namun Tri Dewa meyakini jamu itu benar-benar manjur karena sudah ada tujuh pasien positif Covid-19 yang sembuh.

“Sekarang saya sedang melayani permintaan jamu Contravid dari Bogor, Medan dan Tangerang. Saya berikan gratis, mereka hanya mengganti ongkos kirim,” ujar lelaki yang tak memiliki latar belakang medis maupun farmasi ini.

Data kumulatif hingga Senin, jumlah warga Solo yang terkonfirmasi positif virus corona atau SARS CoV-2 belum ada perubahan. Yakni lima orang, dengan rincian dua dirawat, satu sembuh, dan dua meninggal dunia. Sedangkan untuk PDP sebanyak 62 orang, terdiri dari 17 orang dirawat, sembuh 33 orang, dan meninggal dunia 12 orang.

“ODP [Orang Dalam Pemantauan] ada 367 orang, yang dirawat inap di rumah sakit sebanyak 6 orang, rawat jalan rumah sakit 195 orang dan 166 orang rawat jalan Puskesmas. Sedangkan untuk kondisi rumah karantina, data Senin pagi ada 71 orang di Grha Wisata Niaga dan lima orang di Dalem Joyokusuman,” jelas Ahyani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah Virus Corona

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top