Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Ada Open House Idulfitri, Bupati Sukoharjo Gembok Pintu Gerbang Rumah Dinas

upati Sukoharjo Wardoyo Wijaya tak menggelar open house pada perayaan Idulfitri atau Lebaran tahun ini. Ritual tahunan untuk ajang halalbihalal masyarakat dengan pejabat daerah ini tak dilaksanakan karena kondisi pandemi Covid-19.
Indah Septiyaning Wardhani
Indah Septiyaning Wardhani - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  23:10 WIB
BupatiSukoharjoWardoyo Wijaya. JIBI - Solopos/Rudi Hartono
BupatiSukoharjoWardoyo Wijaya. JIBI - Solopos/Rudi Hartono

Bisnis.com, SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya tak menggelar open house pada perayaan Idulfitri atau Lebaran tahun ini. Ritual tahunan untuk ajang halalbihalal masyarakat dengan pejabat daerah ini tak dilaksanakan karena kondisi pandemi Covid-19.

Bupati bahkan akan menutup dan menggembok pintu gerbang agar masyarakat tak nekat datang ke rumah dinas.

"Lebaran ini tidak ada open house. Tidak menerima tamu siapa pun, gerbang rumdin nanti tak gembok," kata Bupati, Jumat (22/5/2020).

Lebaran tahun-tahun sebelumnya, Wardoyo selalu menggelar open house yang terbuka untuk umum di rumah dinas. Open house dibuka setelah melaksanakan Salat Id di Alun-alun Satya Negara.

Dalam acara open house itu, Bupati Sukoharjo dan istri bersama Wakil Bupati dan istri biasanya menerima ucapan selamat Idulfitri sekaligus halalbihalal bersama masyarakat. Kegiatan itu terbuka bagi khalayak se-Kabupaten Sukoharjo.

"Tahun ini ra eneng [tidak ada] salam-salaman untuk menghindari penyebaran virus Corona," kata Wardoyo.

Selain tak menggelar open house, Bupati juga menyampaikan tidak ada Salat Id terbuka. Wardoyo meminta masyarakat menjalankan Salat Idulfitri di rumah masing-masing.

Selain itu, Bupati Sukoharjo juga mengimbau masyarakat tidak menggelar open house saat Idulfitri nanti dan kegiatan silaturahmi atau halalbihalal dilaksanakan melalui media sosial atau video conference.

Surat Edaran untuk Camat

"Sukoharjo mengikuti imbauan pemerintah pusat di mana selama pandemi virus corona saat ini Salat Idulfitri agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Agar tidak menggelar salat Idulfitri di lapangan atau masjid," ujarnya.

Wardoyo mengatakan Pemkab Sukoharjo  sudah menerbitkan surat edaran untuk semua camat terkait pelaksanaan salat Idulfitri dalam situasi darurat corona. Dalam surat edaran itu ada tiga poin utama yang disampaikan pada camat.

Poin pertama mengimbau seluruh umat islam di Sukoharjo agar melaksanakan Salat Idulfitri di rumah masing-masing bersama keluarga inti. Kemudian, menyebarluarkan tausiah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng kepada seluruh organisasi keagamaan islam, tokoh agama, dan pengurus masjid/musala.

Sedangkan poin ketiga, Pemkab Sukoharjo mengimbau guna mencegah kerumunan massa, kegiatan takbiran keliling ditiadakan. Kemudian acara silaturahmi atau halalbihalal dilaksanakan melalui media sosial atau video call.

Sekda Sukoharjo Agus Santosa menambahkan, surat edaran untuk camat terkait pelaksanaan salat Idulfitri tersebut sudah diterbitkan sejak 20 Mei lalu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkab sukoharjo idulfitri covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top