Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rapid Test Covid-19, Belasan Pedagang Pasar di Bantul Reaktif

Sejumlah pedagang di Pasar Rakyat Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diketahui reaktif saat menjalani rapid test Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  10:27 WIB
Rapid test Covid-19 secara massal dilakukan terhadap pedagang di pasar rakyat Bantul - ANTARA/Hery Sidik
Rapid test Covid-19 secara massal dilakukan terhadap pedagang di pasar rakyat Bantul - ANTARA/Hery Sidik

Bisnis.com, BANTUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar tes cepat atau rapid test massal terhadap para pedagang di pasar rakyat.

Belasan pedagang pasar tradisional itu diketahui reaktif berdasarkan hasil rapid diagnostic test virus Corona baru atau Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santosa di Bantul, Jumat (26/6/2020), mengatakan, rapid test massal bertempat di Pasar Bantul pada 24 dan 25 Juni. Dari ratusan pedagang yang diperiksa didapatkan hasil reaktif dari belasan di antaranya.

"Hasil rapid test di Pasar Bantul hari pertama 24 Juni, jumlah peserta sebanyak 250 orang dengan dua orang reaktif, kemudian pada hari kedua 25 Juni, jumlah peserta 201 orang dengan 10 orang reaktif," kata nama populer dokter Oky ini.

Menurut dokter Oky pelaksanaan tes cepat untuk deteksi antibodi terhadap virus Covid-19 sebenarnya sudah dilakukan selama tiga hari.Pada hari pertama, 22 Juni, rapid test dilakukan terhadap pegawai toko ritel Grosir di Piyungan dengan jumlah peserta 38 orang dan semua hasil tesnya nonreaktif.

Dokter Oky yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul mengatakan, bagi semua peserta rapid test yang reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab real time polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk penegakan diagnosa.

Pelaksanaan tes lanjutan dengan mengambil sampel dahak akan dilaksanakan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bantul di Bambanglipuro. Sedangkan untuk tindak lanjut di tempat mereka bekerja menunggu hasil swab agar lebih pasti.

"Kita ketahui bahwa hasil rapid test reaktif bukan penentu diagnosa penegakan Covid-19," kata dokter Oky.

Dalam pelaksanaan rapid test Covid-19 massal tersebut, Dinkes Bantul menargetkan bisa menjangkau semua pedagang pasar tradisional se-Bantul.

Jumlah pedagang sekitar 8 ribu orang sesuai data di Dinas Perdagangan. Tes cepat dilakukan bertahap dari pasar ke pasar.

"Satu bulan harus bisa selesai target kita 8 ribu pedagang, jadi jangan lama-lama, nanti keburu menyebar ke mana-mana kalau ternyata ada yang positif," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bantul covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top