Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

200 Pelaku Perjalanan di Bantul Jalani tes Swab Massal

Pemkab Bantul melaksanakan tes usap atau swab secara massal terhadap para pelaku perjalanan. Tes ditargetkan mencakup 5.000 warga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  13:19 WIB
Ilustrasi-Pemeriksaan tes swab di Puskesmas Kecamatan Kemayoran, Selasa (9/6/2029). - Antara
Ilustrasi-Pemeriksaan tes swab di Puskesmas Kecamatan Kemayoran, Selasa (9/6/2029). - Antara

Bisnis.com, BANTUL - Pemeriksaan usap atau swab test massal berlangsung di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Test swab dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul terhadap 200 pelaku perjalanan di daerah ini. Pemeriksaan dengan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) ini dimaksudkan untuk mendeteksi infeksi virus Corona jenis baru penyebab Covid-19.

"Hari ini adalah rangkaian dari kegiatan masif dan massal kita untuk mendeteksi masih ada tidaknya Covid-19 atau sumber penularan di masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja disela melakukan tes usap massal di halaman Dinkes Bantul, Selasa (23/6/2020).

Menurut Agus tes usap massal bagi 200 pelaku perjalanan akan dilakukan selama empat hari dalam dua periode. Pertama, pada 23  dan 24 Juni kepada 100 orang. Periode kedua, pada 25 dan 26 Juni kepada 100 orang.

Agus mengatakan, pada Senin (22/6), pihaknya juga melakukan rapid diagnostic test (RDT) untuk Covid-19. RDT dilakukan terhadap para pelaku perdagangan di toko ritel dan pusat perbelanjaan grosir di wilayah Kecamatan Piyungan. Tes dimaksudkan untuk mendeteksi secara dini potensi atau indikasi warga terkena virus Corona.

"Jadi sudah dimulai dari kemarin kita maraton, di satu pihak kita melakukan rapid test di ritel grosir dan pasar, tapi satu pihak melakukan swab massal yang kita prioritaskan kepada pelaku perjalanan dari daerah yang tranmisi lokal," kata Agus.

Agus mengatakan, tes usap massal merupakan yang pertama di DIY. Diharapkan kegiatan ini bisa diikuti daerah lain.

Pelaksanaan tes usap merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan Pemda DIY melalui Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

"Ini merupakan pionir dari DIY, baru pertama memulai, karena kita ingin segera mengetahui bahwa masyarakat yang ada di Bantul apakah terkonfirmasi Covid-19 atau tidak dan dengan swab massal, kita bisa langsung tahu masih ada potensi penularan di masyarakat atau tidak," kata Agus.

Agus mengatakan, tes usap massal ini juga sesuai amanat Presiden Joko Widodo yang mengharapkan daerah segera melakukan swab massal secara masif dengan target 5.000 orang per satu juta penduduk. Jika di Bantul jumlah penduduk hampir satu juta jiwa, target 5.000 orang harus tercapai.

"Kita kejar target 5.000 orang, mudah-mudahan kita bekerja sama dengan BPTKLPP, Pemda Bantul dan DIY untuk mendapatkan suport kita agar bisa melaksanakan target itu, tentu kita lakukan bertahap sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada," ujar Agus Budi Raharja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bantul covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top