Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Percepatan Operasional Kawasan Industri Kendal Terganjal Air dan Administrator

Mayoritas persoalan yang ada adalah kelengkapan sarana prasarana penunjang.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  19:40 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) saat melakukan rapat dengan anggota Dewan Kawasan yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus. - Ist
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) saat melakukan rapat dengan anggota Dewan Kawasan yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus. - Ist

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kawasan Industri Kendal segera beroperasi untuk menopang kebangkitan ekonomi.

Guna keperluan itu, Ganjar mengumpulkan anggota Dewan Kawasan yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus membahas berbagai persoalan yang ada.

Rapat digelar secara tertutup di Gedung B lantai 5 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (14/7/2020). Hadir pula dalam rapat itu, Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekomomi Khusus, Wahyu Utomo.

Dalam rapat tersejut, sejumlah persoalan yang muncul dibahas oleh Ganjar. Mayoritas persoalan yang ada adalah kelengkapan sarana prasarana penunjang.

"Tadi ada soal air yang belum ada. Airnya masih nunggu tender. Maka kita coba fasilitasi dengan sumur dalam dan itupun terbatas agar bisa segera jalan," kata Ganjar.

Persoalan kedua lanjut Ganjar adalah administrator. Menurutnya, Kawasan Industri Kendal membutuhkan administrator dan hari ini belum selesai.

"Maka tadi saya cepat selesaikan. Saya minta teken hari ini. Mudah-mudahan ini bentuk komitmen yang diharapkan agar kawasan ini bisa segera jalan," tegasnya.

Menurut Ganjar, percepatan-percepatan dalam penataan ekonomi diperlukan saat ini. Apalagi, Kawasan Industri Kendal yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dinilai memiliki potensi besar dalam peningkatan ekonomi di Jawa Tengah.

"Ada perhatian besar dari pemerintah pusat kepada Jawa Tengah, khususnya dalam pengembangan industri. Maka, saya minta peluang ini ditangkap dengan melakukan percepatan-percepatan," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Nasional KEK, Wahyu Utomo mengatakan, ekonomi nasional akan mengalami kontraksi cukup besar di tahun 2020 ini. Untuk mencegahnya, maka diperlukan upaya-upaya agar tidak terjadi resesei.

"Salah satunya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus. Sebab, kawasan ini akan memunculkan kegiatan ekonomi yang cukup besar, investasi tinggi, meningkatkan daya saing serta menyerap banyak tenaga kerja," ucapnya.

Wahyu berharap agar KEK di Kawasan Industri Kendal segera beroperasi. Beberapa problem yang belum selesai harus didorong dan dilakukan percepatan.

"Tadi saya mampir ke sana (Kawasan Industri Kendal), dan memang soal air ini belum selesai. Juga, administrator belum berfungsi. Padahal, dua komponen ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan kawasan itu," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kendal
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top