Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bandara Yogyakarta Siapkan Uji PCR dan Karantina bagi Wisatawan Asing

Penumpang penerbangan internasional diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) sebelum masuk ke Bandara YIA.
Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Muhammad Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  06:43 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Rinaldi M. Azka
Ilustrasi. - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo siap melayani kedatangan ataupun pemberangkatan wisatawan mancanegara.

Agus Pandu Purnama, PTS General Manager Bandara YIA, menjelaskan Bandara YIA akan terus menjaga protokol kesehatan yang ada. “Hasil dari assessment teman-teman [maskapai penerbangan] asing juga sudah oke, artinya [Bandara YIA] sudah siap menerima penerbangan internasional, tinggal menunggu rute maskapai saja,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (15/10/2020).

Pandu juga menjelaskan bahwa setiap penumpang penerbangan internasional diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) sebelum masuk ke Bandara YIA. Bagi penumpang yang tidak mengantongi hasil uji PCR, pihak bandara akan melakukan uji PCR dan mengkarantina penumpang tersebut di tempat yang sudah disediakan oleh Pemerintah Daerah DIY. Hal ini juga berlaku bagi petugas Bandara YIA termasuk pilot maskapai penerbangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, jumlah penumpang penerbangan internasional di Bandara YIA sejak April hingga Agustus 2020 masih berada di bawah 1.000 orang. Terkait hal tersebut, Pandu menjelaskan bahwa pihaknya masih wait and see khususnya terkait kebijakan pemerintah di masa pandemi ini, baik dalam negeri ataupun luar negeri.

Secara infrastruktur, Bandara YIA siap menampung 20 juta penumpang per tahun. Dengan lintasan runway sepanjang 3250 meter, Bandara YIA juga mampu melayani pesawat berukuran besar yang akan beroperasi. “Kita sudah siap menerima pesawat widebody seperti Airbus 380, kita mampu. Bahkan yang terberat seperti Boeing 777 kita siap menerima,” tegas Pandu.

Untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan aksesibilitas penghubung YIA ke destinasi wisata yang ada. “Kereta api sudah dalam proses persiapan, targetnya pertengahan tahun depan sudah siap. Jalan tol hasil pertemuan Pak Dirut dengan Ngarso Dalem [juga akan disiapkan] yang tadinya diprioritaskan Solo-Jogja [nantinya] akan secara paralel Jogja-YIA akan dilaksanakan bersama-sama,” ungkapnya.

Tak hanya melayani penumpang, Bandara YIA juga mulai melayani pengiriman kargo ke luar negeri. “Ada marine product dari Jateng memanfaatkan AirAsia [untuk ekspor] sebanyak 2 ton, sebenarnya potensi untuk marine product Jateng ini tinggi sekali, bahkan sebelumnya ada pengiriman impor dari Papua Nugini,” ungkapnya.

Sayangnya, pengiriman kargo ini hanya menyumbang 10 persen dari keseluruhan revenue Bandara YIA. Meskipun begitu, Pandu optimistis bahwa permintaan layanan pengiriman kargo ini akan terus meningkat. “Kita sudah membuka untuk international cargo, sudah siap dan sebetulnya tidak terlalu berpengaruh [dengan Covid-19], grafiknya [pengiriman kargo] naik terus kalau di YIA,” jelas Pandu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng bandara yogyakarta
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top