Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumah Sakit Banyumas Perketat Penyaringan Pasien Bergejala Covid-19

Gejala Covid-19 bervariasi mulai dari demam, batuk, pilek, diare, dan munculnya ruam (bintil merah) di kulit, sehingga rumah sakit harus lebih berhati-hati dengan memperketat masuknya pasien.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  17:50 WIB
Ilustrasi. - Antara/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi. - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, PURWOKERTO - Rumah sakit di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperketat masuknya pasien dengan melakukan tes cepat (rapid test) terutama pasien bergejala Covid-19, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto.

"Itu memang kebijakan rumah sakit masing-masing untuk kehati-hatian, karena saat ini banyak tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (31/12/2020).

Ia mengatakan saat sekarang, gejala Covid-19 bervariasi mulai dari demam, batuk, pilek, diare, dan munculnya ruam (bintil merah) di kulit, sehingga rumah sakit harus lebih berhati-hati dengan memperketat masuknya pasien.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan rumah sakit untuk mencegah penularan COVID-19, yakni dengan melakukan tes cepat terhadap pasien bergejala tersebut.

Kendati demikian, dia mengatakan biaya tes cepat tersebut ditanggung sendiri oleh pasien.

"Bagi yang punya BPJS Kesehatan seharusnya bisa digunakan, kalau memang itu rumah sakit rujukan," katanya.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Direktur RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Purwokerto, Tri Kuncoro mengakui adanya pengetatan masuknya pasien sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 terhadap tenaga kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu.

"Iya benar, khususnya pada pasien-pasien yang akan dilakukan tindakan operatif secara elektif. Sebagai contoh, untuk pasien pasien yang akan operasi elektif (terjadwal, red.), dua hari menjelang operasi harus swab (tes usap, red.) dulu, sampai hasil keluar negatif baru dilakukan operasi," katanya.

Menurut dia, bagi pasien bergejala seperti batuk dan demam akan dilakukan tes cepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng banyumas

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top