Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Hari Kedua, Penyebaran Covid-19 di Jateng Catat Rekor

Terjadi penambahan 2.652 kasus harian. Tercatat, ada 9 wilayah di Jawa Tengah dengan resiko penyebaran tinggi.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  17:55 WIB
Petugas merapikan kamar karantina untuk pasien Covid-19 tanpa gejala di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (7/12/2020). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfungsikan Asrama Haji Donohudan sebagai rumah karantina pasien Covid-19 tanpa gejala yang dapat menampung kapasitas sebanyak 872 pasien dari wilayah Karesidenan Surakarta. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho.
Petugas merapikan kamar karantina untuk pasien Covid-19 tanpa gejala di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (7/12/2020). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfungsikan Asrama Haji Donohudan sebagai rumah karantina pasien Covid-19 tanpa gejala yang dapat menampung kapasitas sebanyak 872 pasien dari wilayah Karesidenan Surakarta. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho.

Bisnis.com, SEMARANG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat penambahan 2.652 kasus terkonfirmasi Covid-19 per Selasa (12/1/2021) lebih tinggi dari periode sebelumnya saat penambahan kasus harian berkisar di bawah 2.000 kasus.

Data terakhir mencatat total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Jawa Tengah adalah 105.615 kasus. Terjadi penambahan 458 kasus suspek, sehingga secara kumulatif angka kasus suspek Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 13.009 kasus. Sementara itu, Jumlah pasien yang sembuh kini bertambah 1.089 pasien dengan jumlah kumulatif 87.787 pasien sembuh.

Jumlah pasien yang dirawat, pada hari Selasa, bertambah 1.448 pasien. Berdasarkan data tersebut, jumlah pasien yang telah dirawat mencapai 11.247 pasien. Dengan jumlah pasien meninggal mencapai 6.581 pasien atau mengalami penambahan 115 pasien dari hari sebelumnya.

Satgas Covid-19, per 10 Januari 2021, mencatat 9 wilayah di Jawa Tengah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19. Beberapa wilayah tersebut antara lain Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Brebes, Kota Surakarta, dan Kota Tegal.

Merujuk data corona.jatengprov.go.id per Selasa (12/1/2021) di Banjarnegara tercatat ada 1.594 kasus infeksi Covid-19. Sebanyak 312 orang sedang dirawat (dirujuk+isolasi mandiri), 1.210 orang sembuh dan 72 orang meninggal.

Kabupaten Purworejo terdapat 2.182 orang terinfeksi corona. Sebanyak 247 orang sedang dirawat (dirujuk+isolasi mandiri), 1.898 orang sembuh dan 37 orang meninggal.

Kabupaten Wonogiri terdapat 1.535 orang terinfeksi Covid-19, 182 orang sedang dirawat (dirujuk+isolasi mandiri), 1.280 orang sembuh dan 73 orang meninggal.

Kabupaten Blora terdapat 3.184 orang terinfeksi corona, 76 orang sedang menjalani perawatan (dirujuk+isolasi mandiri), 3.015 orang sembuh dan 93 orang meninggal.

Kabupaten Rembang terdapat 1.695 orang terinfeksi Covid-19, sebanyak 207 orang menjalani perawatan (dirujuk+isolasi mandiri), 1.279 orang sembuh dan 209 orang meninggal.

Kabupaten Kendal terdapat 4.500 kasus infeksi Covid-19, sebanyak 598 orang menjalani perawatan (dirujuk+isolasi mandiri), 3.725 orang sembuh dan 177 orang meninggal.

Kabupaten Brebes terdapat 1.635 kasus infeksi corona, 260 orang menjalani perawatan (dirujuk+isolasi mandiri), 1.198 orang sembuh dan 177 orang meninggal.

Kota Surakarta terdapat 2.371 kasus infeksi corona, 396 orang menjalani perawatan (dirujuk+isolasi mandiri), 1.728 orang sembuh dan 247 orang meninggal.

Kota Tegal memiliki 1.039 kasus infeksi Covid-19, sebanyak 86 orang menjalani perawatan (dirujuk+isolasi mandiri), 896 orang sembuh dan 57 orang meninggal.

Covid-19 tak hanya menjangkiti masyarakat umum. Dokter dan perawat di rumah sakit pun mulai terinfeksi. Misalnya saja di Kabupaten Kendal. Tingginya resiko penularan Covid-19 di wilayah ini membuat sejumlah dokter dan perawat mulai terinfeksi. Direktur RSUD dr Soewondo, dr. Haris Tiyanto, mengatakan bahwa layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit rujukan ini mesti dilakukan dengan sistem buka tutup.

“Pelayanan yang ada di IGD memang kita batasi, namun untuk pasien yang non-IGD masih terus berjalan seperti biasa. Termasuk pasien Covid-19 dari rujukan RS lain, kita terima,” jelas Haris dalam rilis, Senin (11/1/2021).

Ia juga mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan tambahan akan dikerahkan untuk menangani masalah ini. Sebanyak delapan dokter magang akan dikerahkan untuk melayani pasien. Sementara itu, sebanyak 20 orang tenaga medis dari hasil perekrutan CPNS dikerahkan untuk dapat bekerja lebih awal dari jadwal yang ditentukan.

Adapun Semarang keluar dari wilayah dengan resiko tinggi penyebaran Covid-19. Baik Kota Semarang ataupun Kabupaten Semarang kini menyandang status wilayah dengan resiko sedang, bersama dengan 24 wilayah lainnya di Jawa Tengah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top