Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Semarang Fokus di Lima Wilayah

Sebanyak 60 anggota Satpol PP Kota Semarang dikerahkan untuk menertibkan kegiatan masyarakat.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  17:03 WIB
Suasana kawasan Kota Lama lengang usai penutupan sejumlah jalan protokol di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (31/12/2020). - Antara/Aji Styawan.
Suasana kawasan Kota Lama lengang usai penutupan sejumlah jalan protokol di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (31/12/2020). - Antara/Aji Styawan.

Bisnis.com, SEMARANG – Satpol PP Kota Semarang terus melakukan penertiban serta pengawasan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada hari pertama PPKM di Kota Semarang, tiga tempat usaha telah ditutup paksa karena melanggar aturan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menegaskan bahwa penutupan tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pengusaha yang nakal.

Satpol PP tugasnya melakukan penegakan Perda, kemarin semua orang tahu bahwa akan dilakukan PSBB mulai tanggal 11-25 Januari 2021. Selain melakukan operasi yustisi, jam 21.15 WIB kami juga menutup paksa serta menyita barang [dagangan] PKL. Sebagai efek jera,” jelasnya ketika dihubungi Bisnis, Rabu (13/1/2021).

Sebanyak 60 anggota Satpol PP Kota Semarang diturunkan untuk mengawasi PPKM. Fajar juga mengungkapkan bahwa sebanyak 1 regu Satpol PP Provinsi Jawa Tengah juga dikerahkan untuk membantu pelaksanaan operasi yustisi. “Kami akan hadir di tempat-tempat dengan resiko tinggi penyebaran Covid-19 di Kota Semarang,” jelasnya. 

Sebanyak lima kecamatan menjadi fokus penertiban selama PPKM berlangsung. 3 diantaranya adalah Kecamatan Tembalang, Pedurungan, dan Semarang Barat. Selain merazia masyarakat yang tidak mengenakan masker, petugas Satpol PP juga akan menertibkan lokasi usaha yang melebihi jam operasional serta kapasitas.

Tak hanya melakukan penutupan toko dan PKL, Satpol PP Kota Semarang juga akan menyisir titik keramaian seperti alun-alun serta taman kota. Sehingga resiko penyebaran Covid-19 bisa ditekan. “Jadi kami harap warga Kota Semarang jam 10 malam sudah tidak ada di Jalan. Karena kemarin kami keliling dan mendapati bahwa masyarakat sudah tertib. Ini yang kita inginkan supaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, per 13 Januari 2021, sebanyak 23.602 kasus Covid-19 telah dikonfirmasi. Dari data tersebut, secara kumulatif terdapat 1.070 pasien yang telah dirawat dengan perincian 797 pasien merupakan warga Semarang dan 273 pasien berasal dari luar kota. Jumlah pasien yang meninggal mencapai 1.889 pasien. 586 pasien di antaranya berasal dari luar Semarang. Sementara itu, jumlah pasien yang sudah sembuh secara kumulatif sebanyak 20.643 pasien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top