Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Titik Api di Puncak Merapi, Ini Penjelasan BPBD

BPBD tetap menunggu ketentuan atau pun hasil kajian dari BPPTKG ihwal munculnya titik api diam di puncak Merapi wilayah Klaten.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  08:20 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari rnTunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. - Antara/Andreas Fitri Atmoko
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari rnTunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Klaten memastikan tak ada kejadian yang mencolok terkait munculnya titik api diam di puncak Gunung Merapi wilayah Klaten.

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan warga dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Klaten sudah melaporkan melihat titik api diam di puncak Merapi selama beberapa hari terakhir.

Hingga kini, BPPTKG juga belum mengeluarkan rekomendasi baru ihwal kondisi tersebut. “Kami memang sudah mendapatkan informasi tersebut. Sampai hari ini tidak ada hal yang mencolok. Aktivitas warga tetap biasa,” kata Nur saat wawancara dengan JIBI, Kamis (4/3/2021).

Nur mengatakan BPBD tetap menunggu ketentuan atau pun hasil kajian dari BPPTKG ihwal munculnya titik api diam di puncak Merapi wilayah Klaten. Ia mengimbau warga terutama di KRB III tetap tenang dan waspada mematuhi rekomendasi dari BPPTKG.

“Atas fenomena yang sudah terlihat, tentu ini tetap disikapi secara tenang dan bijaksana. Semua ada ketentuan dan prosedur yang dikeluarkan BPPTKG. Kami akan mengikuti apa pun rekomendasi dari BPPTKG. Yang pasti untuk saat ini semua kondusif dan aktivitas berjalan seperti biasa saja,” jelasnya.

Sementara itu, status tanggap bencana erupsi Gunung Merapi masih berlaku di Klaten. Hal itu menyusul aktivitas Merapi masih berlangsung meski arah luncuran cenderung ke barat daya.

“Selain itu status Merapi juga masih berada pada level siaga. Sehingga kami belum menurunkan status [tanggap darurat bencana erupsi]. Kami mengikuti BPPTKG,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar.

Sip Anwar mengatakan tim BPBD masih rutin menyambangi perkampungan di KRB III untuk memantau kondisi warga sekaligus aktivitas pemantauan Merapi. Beberapa waktu lalu, BPBD mengirimkan bantuan berupa paket sembako dan peralatan memasak.

“Beberapa waktu lalu ada permintaan dari kades. Kami kirim bantuan. Karena memang setelah mengungsi ada yang alat rumah tangga rusak serta tidak memiliki bahan untuk masak. Kami bantu alat rumah tangga dan makanan pokok,” urainya.

Sebagaimana diinformasikan, warga di KRB III erupsi Gunung Merapi wilayah Klaten melihat titik api diam di puncak gunung tersebut dalam sepekan terakhir. Namun, kondisi itu tak memengaruhi aktivitas warga.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, mengatakan titik api diam di tengah kawah itu terlihat dari wilayah Desa Balerante di sisi selatan Merapi. Hal itu baru berlangsung selama kurang dari sepekan terakhir meski erupsi Merapi sudah berlangsung sejak awal Januari 2021.

Selama ini, erupsi berupa guguran lava dan awan panas guguran mengarah ke barat daya. “Dari informasi BPPTKG artinya potensi erupsi masih ada,” kata Jainu saat ditemui Solopos.com di kantor Desa Balerante, Kamis (4/3/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diy klaten gunung merapi

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top