Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita Warga Cebolok Semarang Mengungsi di Makam Setelah Digusur

Perwakilan warga kampung Cebolok, Joko Setyo mengatakan bahwa warga yang mengungsi di tempat makam tersebut sudah berlangsung selama satu bulan sejak insiden penggusuran pada akhir Februari lalu.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  17:18 WIB
Warga tidur di dekat makam mbah Siwalan untuk mengungsi pasca penggusuran kampung Cebolok Semarang. - Bisnis/Alif N.
Warga tidur di dekat makam mbah Siwalan untuk mengungsi pasca penggusuran kampung Cebolok Semarang. - Bisnis/Alif N.

Bisnis.com, SEMARANG - Terik matahari siang itu tak menghalangi warga kampung Cebolok Kota Semarang untuk beraktivitas. Puluhan ibu-ibu dan anak kecil sibuk dengan urusannya masing-masing. Sebagian lagi ada yang memasak untuk menyiapkan makan siang. Sedangkan para suaminya masih pergi bekerja untuk menyambung hidup.

Warga Kampung Cebolok, Kelurahan Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang merupakan korban penggusuran yang terjadi pada Selasa 18 Februari 2021 lalu. Rumah mereka sudah rata dengan tanah untuk dibangun kawasan perumahan di tengah Kota Semarang.

Saat ini, derita warga Kampung Cebolok itu belum berakhir. Dengan sekuat tenaga mereka masih tetap bertahan dengan menempati dan mengungsi di tempat seadanya. Mereka menempati sebuah bangunan gazebo beratap seng berukuran 10x10 meter di kompleks makam bernama Mbah Siwalan, Kelurahan Siwalan Semarang.

Perwakilan warga kampung Cebolok, Joko Setyo mengatakan bahwa warga yang mengungsi di tempat makam tersebut sudah berlangsung selama satu bulan sejak insiden penggusuran pada akhir Februari lalu. Mereka menempati tempat itu karena sudah tidak punya apa-apa lagi kecuali pakaian yang melekat dan beberapa pakaian yang berhasil di selamatkan.

"Kami sudah mengungsi hampir satu bulan lalu. Setelah kejadian penggusuran sepihak pada 18 Februari 2021 lalu. Total warga yang masih bertahan 25 KK untuk jiwanya sekitar 90-100 yang mengungsi di makam ini," katanya, Rabu (24/3/2021).

Joko mengatakan, untuk kebutuhan pokok sehari-hari, warga mendapat bantuan makanan dari dermawan yang peduli dengan kondisi warga. Selain itu, untuk keperluan MCK hanya mengandalkan satu kamar mandi yang digunakan untuk semua orang yang mengunjungi di tempat tersebut.

"Untuk mencukupi makan sehari-hari kami bersyukur dikasih orang dermawan ketika ada yang ngasih bantuan. Selain itu untuk kebutuhan MCK hanya ada satu digunakan secara bergantian," ucapnya.

Dia mengatakan, warga yang mengungsi di makam tersebut adalah mereka yang benar -benar tidak punya tempat tinggal. Untuk sewa indekos juga sudah tidak mampu.

"Sebenarnya masih ada 209 KK lainya tapi ada yang masih ikut saudaranya, ada juga yang kos. Tapi kalau di sini mereka benar-benar tidak ada tempat tinggal. Tidur juga seadanya di sini. Koyo pindang (seperti ikan pindang) orang menyebutnya. Siang kepanasan, malam kedinginan karena tempatnya ruang terbuka," katanya sambil mengelus dada.

Salah satu warga lainya, Pipi (32) mengatakan kondisi warga saat ini mulai terserang penyakit. Terutama kepada anak-anak balita. Menurutnya, jika ada satu yang terkena flu maka yang lain cepat tertular. "Karena kondisinya di ruang terbuka seperti ini. Tidur juga berjejer. Paling rentan anak kecil saat satu kena (penyakit flu) yang lain cepat tertular," ujarnya.

Menurut Joko dan Pipi, warga masih berharap kepada pemerintah untuk memenuhi hak - haknya sebagai warga negara. Mereka ingin hak mereka dikembalikan seperti sedia kala.

"Ya kalau saya pribadi berharap ingin bertahan di sini sampai kita dikembalikan hak-hak kami itu aja. Warga yang penting kembalikan hak-hak kami yang jelas kemarin atas penggusuran sepihak kita lakukan somasi sekali, itu pun pihak pengembang tidak bisa menunjukkan sertifikat yang mereka klaim," katanya. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top