Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peneliti: Tanggul Laut Berpotensi Tambah Masalah Banjir Semarang

Penurunan muka tanah di kawasan Semarang bagian utara dan demak merupakan penyebab utama banjir rob di wilayah tersebut.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  23:21 WIB
Ilustrasi - Suasana di proyek pembangunan tanggul laut di Muara Baru, Jakarta Utara. - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Ilustrasi - Suasana di proyek pembangunan tanggul laut di Muara Baru, Jakarta Utara. - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, SEMARANG – Peneliti Tata Kelola Air dan Kota Bosman Batubara menilai bahwa tanggul laut dan Tol Semarang – Demak berpotensi memperparah bencana banjir dan rob di Semarang.

“Mungkin dalam jangka pendek mampu mengurangi rob untuk daerah yang dilindungi tanggul, namun dalam jangka panjang, saya melihatnya justru akan memperparah masalah,” jelasnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (22/3/2021).

Pria yang tengah menempuh studi doktoral di IHE Delft Institute for Water Education, University of Amsterdam ini menjelaskan penurunan muka tanah di kawasan Semarang bagian utara dan demak merupakan penyebab utama banjir rob di wilayah tersebut.

Fenomena tersebut diperparah dengan beban bangunan yang ada, termasuk rencana pembangunan jalan Tol Semarang – Demak.

“Tol tanggul laut dan Tol Semarang – Demak adalah inftrastuktur berat yang akan menambah beban di bagian-bagian yang mengalami penurunan tanah tersebut, memperparah penurunan tanah, dan dengan demikian akan semakin memperparah risiko kena rob,” jelasnya.

Menurut Bosman ada berbagai solusi yang bisa digunakan untuk menanggulangi bencana tersebut.

“Solusi jangka pendek mungkin mencari sistem tanggul yang tidak menambah beban bagi kawasan utara. Solusi jangka pendek-menengah-panjang mungkin adalah memikirkan ulang konsep umum transportasi, misalnya bukan menggunakan jalur pantura sebagai jalur distribusi logistik, tapi menggunakan jalur laut,” jelasnya.

Alternatif lain yang ditawarkan adalah dengan melakukan pemetaan kebutuhan logistik sehingga proses produksi dapat dilakukan di wilayah tertentu yang bersifat lokal.

“Dengan salah satu target pertimbangan utama di baliknya adalah mendorong swasembada logistik yang dimaksud di tingkat regional, dengan harapan ini bisa mengurangi transportasi logistik yang dimaksud,” tambahnya.

Deddy Susanto, General Manager Technical PT. PP Semarang – Demak, mengungkapkan pengerjaan proyek tanggul laut Tol Semarang – Demak diperkirakan menghabiskan Rp5 triliun – Rp6 triliun. Pengerjaan infrastruktur tersebut ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan.

Pembangunan tanggul laut merupakan upaya pencegahan dan penanganan banjir rob yang kerap terjadi di wilayah Semarang dan Demak.

Selain tanggul, PT. PP Semarang – Demak juga menyiapkan dua kolam penampungan air hujan yang berada di hilir Kali Babon, Semarang.

“Untuk tanggul itu posisinya nanti kalau ditarik garis lurus membentang dari Semarang – Sayung. Berarti, memang seharusnya [banjir] sudah bisa tertangani di area tersebut,” jelas Deddy, Februari lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir semarang banjir rob tanggul laut
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top