Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! Tingkat Kemiskinan di 15 Kabupaten di Jateng Masih Tinggi

Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah tersebut menyebutkan perlu kerjasama antara Gubernur dan Kepala Daerah untuk menekan angka kemiskinan.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 14 April 2021  |  14:45 WIB
Ilustrasi Kemiskinan di Indonesia  -  bisnis.com
Ilustrasi Kemiskinan di Indonesia - bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Bambang ‘Kribo’ Kusriyanto menyebutkan tingginya tingkat kemiskinan di Jawa Tengah harus menjadi masalah bersama.

“Berdasarkan data yang kami punya, angka kemiskinan di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Ada 15 Kabupaten dan Kota yang angka kemiskinannya di atas 11 persen, antara 11,46 – 17,59 persen,” jelas Bambang Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan pada Rabu (14/4/2021).

 Bambang menyebutkan pandemi Covid-19 memperparah kondisi kemiskinan di Jawa Tengah. Sebelum pandemi, lanjutnya, tercatat ada 14 kabupaten dengan angka kemiskinan di atas 11 persen.  Setelah krisis akibat Covid-19, jumlahnya bertambah 1 menjadi 15 Kabupaten/Kota. 

15 daerah yang dimaksud Bambang antara lain Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Sragen, Kabupaten Rembang, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kebumen.

Untuk benar-benar menekan tingkat kemiskinan di 15 daerah tersebut, Bambang mengharapkan kerjasama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten / Kota dapat berjalan dengan baik.

“Kerjasama antar daerah secara komprehensif yang kami harapkan ini bukan hanya sekadar pidato, sekadar rapat-rapat, tapi implementasinya di lapangan harus sesuai dengan apa yang diharapkan,” jelasnya.

Persoalan kemiskinan tersebut juga disinggung oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Subandi Sardjoko.

Selain persoalan kemiskinan, lanjutnya, masih ada tiga isu strategis lain yang mesti diselesaikan Jawa Tengah pada tahun 2022. Ketiga persoalan tersebut adalah rendahnya daya saing ekonomi dan kualitas SDM di Jawa Tengah, belum optimalnya pembangunan kedaulatan energi, daya dukung lingkungan, dan kelestarian SDA, serta masih adanya ketertinggalan pembangunan ekonomi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

Dia juga menambahkan bahwa pengembangan kawasan strategis berbasis pariwisata alam, budaya, dan MICE dapat dimanfaatkan Jawa Tengah guna mempercepat pemulihan ekonomi.

“Saya yakin pemulihan ekonomi dapat diselesaikan bersama dengan mengembangkan pusat industri manufaktur penghasil produk akhir dan produk antara yang berorientasi ekspor,” jelas Subandi. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah angka kemiskinan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top