Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jateng dan Dinas Pendidikan Gelar Bimbingan Teknis Pelaksanaan Gaji Bruto

Peserta bimtek terdiri atas para bendahara gaji SMA, SMK dan SLB dari Kabupaten Purbalingga, Kebumen, Wonosobo dan Banjarnegara.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  10:17 WIB
Bank Jateng Cabang Banjarnegara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan acara bimbingan teknis pelaksanaan gaji bruto. (Foto: Istimewa)
Bank Jateng Cabang Banjarnegara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan acara bimbingan teknis pelaksanaan gaji bruto. (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, BANJARNEGARA - Bank Jateng Cabang Banjarnegara bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Gaji Bruto. Bimtek diselenggarakan di Pendapa Dipayuda Adigraha, Jumat (4/6/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Banjarnegara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 9, Tim BKD provinsi Jawa Tengah, Tim BPPKAD provinsi, dan pimpinan Bank Jateng beserta jajaran.

Peserta bimtek terdiri atas para bendahara gaji SMA, SMK dan SLB dari Kabupaten Purbalingga, Kebumen, Wonosobo dan Banjarnegara.

Kepala Cabang Dinas Wilayah IX Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah, Dwi Yuliati Mulyaningsih,
menjelaskan bahwa jumlah sekolah negeri di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX ada 82 sekolah, yang meliputi 41 SMA Negeri, 36 SMK Negeri, dan 5 SLB Negeri. Hadir pada kesempatan ini adalah Bendahara Gaji dari SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri.

“Dari kegiatan bimbingan teknis pelaksanaan gaji bruto, kami harapkan peserta semakin memahami bagaimana pelaksanaan gaji bruto yang akan segera diberlakukan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah,” katanya dalam siaran pers, Selasa (8/6/2021).

Dwi Yuliati juga mengajak para bendahara agar dalam menjalankan tugas sebagai bendahara di sekolah, menggunakan prinsip Jempol yang merupakan kependekan dari Jujur, Eling, Mituhu, Prigel, Open, dan Logis.

Kelima istilah yang diambil dari falsafah dalam Bahasa Jawa tersebut berarti jujur, ingat dan waspada, mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, rajin dan cekatan, serta merawat dengan teliti dan rapi, serta logis.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat sehingga Pemda mendapatkan predikat WTP 8 kali berturut dengan capaian nilai tertinggi di Jawa Tengah.

"Capaian tersebut tentunya berkat adanya kerja sama dan dukungan semua pihak termasuk dari lembaga pendidikan dan lembaga perbankan yang ada. Dalam hal ini saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Jateng. Karena dengan pengelolaan gaji melalui Bank Jateng maka keuntungannya diharapakan lebih meningkat dan deviden juga ikut meningkat,” katanya.

Bupati menambahkan, pada tahun 2020 dividen yang berhasil dibukukan Bank Jateng sebesar Rp15,1 miliar, yang bersumber dari laba.

Menurut Bupati, ASN di seluruh wilayah Jawa Tengah turut berperan dalam perolehan laba Bank Jateng karena portofolio kredit Bank Jateng didominasi oleh kredit kepada ASN.

“Jadi ASN turut berperan membangun daerah masing-masing dengan menjadi nasabah bank jateng. Dan khusus di kabupaten Banjarnegara saya selalu mengimbau para pegawai untuk selalu memanfaatkan produk Bank Jateng, bank milik daerah sendiri yang terpercaya,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jateng
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top