Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Semarang, Banyak Rumah Sakit Penuh Terisi Pasien Corona

Meski terjadi kenaikan kasus Covid-19 selama dua pekan terakhir, angka kesembuhan di Kota Semarang juga cukup tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Juni 2021  |  19:19 WIB
Covid-19 Semarang, Banyak Rumah Sakit Penuh Terisi Pasien Corona
Ilustrasi - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit Kota Semarang banyak yang sudah mencapai 100 persen.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait kondisi rumah sakit di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Meski begitu dia menyampaikan masyarakat tidak perlu terlalu risau.

"Kalau kabar kalau rumah sakit penuh itu iya, tetapi kalau ketersediaan tempat tidur di tempat-tempat karantina tidak," katanya di Semarang, Selasa (15/6/2021).

Dari total 1.771 tempat tidur di seluruh rumah sakit dan tempat karantina di Kota Semarang, kata dia, tingkat keterisiaannya saat ini sudah mencapai 82 persen.

Menurut dia, meski terjadi kenaikan kasus Covid-19 selama dua pekan terakhir ini, angka kesembuhan di Kota Semarang juga cukup tinggi.

"Kalau misalnya tempat karantina di rumah dinas Wali Kota penuh, besoknya pasti berkurang karena ada yang sembuh," katanya.

Ia juga mengimbau pengelola rumah sakit untuk memindahkan pasien yang kondisinya sudah membaik ke tempat-tempat karantina demi  menambah ketersediaan tempat tidur.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini juga sudah menyiapkan alternatif untuk menambah tempat-tempat karantina.

Ia menjelaskan setidaknya ada tiga lokasi yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, seperti gedung asrama mahasiswa UIN Semarang, gedung milik salah satu gereja di kawasan Marina, serta bangunan sebuah rumah sakit yang sudah berdiri namun belum mengantongi izin operasional.

Ia meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

"Mau varian baru atau varian lama, sama berbahayanya. Penyebarannya cepat. Semua harus lebih disiplin, lebih waspada, lebih ketat dalam protokol kesehatan," tegas Hendrar Prihadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semarang hendrar prihadi Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top