Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wafat di Jakarta, Berikut Profil Raja KGPAA Mangkunegara IX

Dia dikenal sebagai sosok yang menyukai kesenian, terutama seni tari. Bahkan, dia sangat mahir memerankan sosok Bambangan, yakni seorang ksatria lemah lembut dan halus.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 13 Agustus 2021  |  09:44 WIB
Wafat di Jakarta, Berikut Profil Raja KGPAA Mangkunegara IX
Penguasa Mangkunegaran Solo, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Karya atau KGPAA Mangkunegara IX. - Instagram @puromangkunegaran
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Penguasa Mangkunegaran Solo, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Karya atau KGPAA Mangkunegara IX wafat di Jakarta pada Jumat (13/8/2021).

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh salah satu keluarga Mangkunegara IX, Didit.

Dia menjelaskan Mangkunegara IX meninggal pada pukul 02.50 WIB dan akan segera dibawa ke Pura Mangkunegaran.

Didit mengenang sosok penguasa Mangkunegaran Solo itu sebagai sosok yang sederhana, ramah dan baik hati.

“Jadi saya masih keluarga. Eyang saya adiknya eyangnya Sri Paduka. Eyang saya ini adiknya Mangkunegoro VII. Dari kecil kami tahu beliau ini ramah, sederhana, dan baik hati,” ujar dia.

Mengutip situs resmi Pura Mangkunegaran Solo, berikut ini terdapat profil singkat dari Mangkunegara IX.

1. Berusia 70 Tahun

Mangkunegara IX lahir di Solo, 18 Agustus 1951, 70 tahun yang lalu.

Dia adalah putra laki-laki kedua dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagoro VII dan Raden Ajeng Sunituti atau Gusti Kanjeng Putri Mangkunagoro VIII.

2. Memiliki Nama Kecil GPH Sudjiwo Kusumo

Dari kecil hingga remaja, dia memiliki nama Gusti Pangeran Haryo (GPH) Sudjiwo Kusumo.

Dan untuk pendidikannya, Mangkunegara IX menyelesaikan sekolah dasar hingga menengah di Kota Solo.

3. Menyukai Kesenian

Penguasa Mangkunegaran Solo ini menginformasikan kecintaannya terhadap dunia seni.

Dia dikenal sebagai sosok yang menyukai kesenian, terutama seni tari. Bahkan, dia sangat mahir memerankan sosok Bambangan, yakni seorang ksatria lemah lembut dan halus.

Adapun karya tari yang dihasilkan oleh Mangkunegara IX adalah Tari Bedhaya Suryosumirat, Tari Kontemporer Panji Sepuh, Tari Harjuna Sasrabahu, Tari Puspita Ratna, Tari Kontemporer Negeri Sembako, Tari Kontemporer Krisis, Drama Tari Mintaraga, Drama Tari Dewa Ruci dan lain sebagainya.

4. Dinobatkan Penguasa Mangkunegaran pada 1988

Bertepatan pada 4 Jumadilakhir 1920 atau 24 Januari 1988, GPH Sudjiwo Kusumo dinobatkan menjadi penguasa Mangkunegaran dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkoenagoro IX.

Penobatan GPH Sudjiwo Kusumo menjadi KGPAA Mangkoenagoro IX merupakan peristiwa besar yakni seorang putra mahkota memimpin kerajaan.

5. Jadikan Mangkunegaran Pusat Budaya Jawa

Di bawah kendalinya, Mangkunegaran Solo dikenal sebagai pusat budaya Jawa. Bahkan, para pengunjung Pura Mangkunegaran kerap disuguhkan kesenian, seperti tari dan juga wayang kulit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keraton solo kesenian

Sumber : Solopos.com

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top