Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wisata Kaliurang Kembali Dibuka

Saat ini pembukaan dilakukan di wisata Taman Kaliurang dan Wisata Kaliadem.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Oktober 2021  |  18:25 WIB
Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (12/5). Aktivitas wisata lereng Gunung Merapi saat ini telah kembali normal pasca erupsi freatik Gunung Merapi pada Jumat (11/5). ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (12/5). Aktivitas wisata lereng Gunung Merapi saat ini telah kembali normal pasca erupsi freatik Gunung Merapi pada Jumat (11/5). ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, SLEMAN - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo meresmikan operasional kembali lokasi wisata lereng Gunung Merapi di kawasan Kaliurang setelah PPKM di wilayah itu turun menjadi level 2.

Peresmian operasional ditandai dengan peninjauan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di tiga lokasi wisata Kaliurang, Sabtu (23/10/2021).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan adanya perkembangan PPKM di Kabupaten Sleman yang saat ini berada di level 2, memungkinkan pembukaan kembali operasional lokasi wisata di Sleman.

"Saat ini lokasi wisata di Kabupaten Sleman dibuka secara bertahap khususnya lokasi wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sleman (sumber PAD)," kata Kustini.

Menurut dia, saat ini pembukaan dilakukan di wisata Taman Kaliurang dan Wisata Kaliadem. Kedua lokasi tersebut merupakan wisata yang dikelola oleh Pemkab Sleman.

"Dengan resmi dibukanya kembali wisata tersebut secara otomatis retribusi untuk masuk lokasi wisata kembali dijalankan," katanya.

Ia mengatakan, selain wisata di Kaliurang, wisata sejarah budaya candi di wilayah Kabupaten Sleman juga akan segera beroperasi kembali.

"Adapun wisata candi tersebut yaitu Candi Banyunibo, Candi Ijo dan Candi Sambisari," katanya.

Kustini mengatakan, untuk wisata yang dikelola masyarakat juga boleh kembali dibuka dengan ketentuan telah memiliki screening PeduliLindungi dan menerapkan prokes.

Ketentuan pembukaan wisata tersebut juga tertuang salam Surat Edaran Nomor : 188 / 05836 tentang Pembukaan Destinasi Wisata di DIY yaitu Destinasi wisata yang sudah memiliki sertifikat CHSE, QR Code PeduliLindungi dan menerapkan aplikasi Visitingjogja, diizinkan melakukan pembukaan destinasi dengan kapasitas maksimal 25 persen.

"Sementara destinasi wisata yang belum memiliki sertifikat CHSE, dapat melakukan uji coba operasional terbatas dengan kapasitas maksimal 25 persen, dengan menerapkan sistem reservasi dan screening kesehatan standart PeduliLindungi kepada pengelola dan wisatawan/pengunjung melalui aplikasi Visiting Jogja," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata yogyakarta sleman

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top