Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UMKM Jateng Didorong Jangkau Pasar Eropa dan Amerika Serikat  

Penurunan daya beli masyarakat dalam  negeri akibat pandemi Covid-19 perlu disiasati dengan  menembus pasar ekspor.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  18:48 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara simbolis melepas produk UMKM asal Jawa Tengah sebelum diberangkatkan ke Belgia, Jumat (29/10/2021) - BISNIS - Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara simbolis melepas produk UMKM asal Jawa Tengah sebelum diberangkatkan ke Belgia, Jumat (29/10/2021) - BISNIS - Muhammad Faisal Nur Ikhsan

Bisnis.com, SEMARANG – Bank Indonesia menilai potensi pemasaran produk UMKM Jateng ke pasar internasional sangat terbuka. Untuk bisa menjangkau ekspor, UMKM perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah membuka akses bagi UMKM Jateng untuk mengeksplorasi pasar Uni Eropa, melalui pameran di Belgia. Bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, BI Jateng memberangkatkan produk furnitur dan home décor produksi UMKM ke Belgia.

“Produk-produk UMKM, juga produk Jawa Tengah, sangat diminati di Eropa dan Amerika Serikat. Inilah pentingnya punya ruang pamer atau showroom di Uni Eropa. Salah satunya seperti yang diupayakan pengirimannya hari ini, di Belgia itu,” jelas Pribadi, Jumat (29/10/2021). 

Dalam kesempatan tersebut, aneka produk furnitur dan home décor asal Jawa Tengah dikirim ke Belgia untuk dipamerkan selama setahun penuh. Nilai produk yang dikirimkan mencapai Rp113 juta. 

Pribadi menjelaskan bahwa dukungan BI tersebut diberikan karena tingginya peran UMKM bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya dari sisi pertumbuhan, tapi juga penyerapan tenaga kerja.

Penurunan daya beli masyarakat dalam  negeri akibat pandemi Covid-19, menurut Pribadi, perlu disiasati dengan  menembus pasar ekspor. Harapannya, dengan menjual produknya ke luar negeri, pelaku UMKM di Jawa Tengah bisa tetap mendapatkan untung.

Dengan mengirimkan produk UMKM Jawa Tengah ke Belgia, Pribadi berharap agar ke depannya pelaku UMKM bisa merambah negara-negara lainnya di Uni Eropa. Harapannya, setelah punya ruang pamer di Belgia, UMKM Jawa Tengah semakin dikenal oleh masyarakat Uni Eropa. Sehingga akan lebih sustain permintaannya.

“UMKM kita dorong untuk mempunyai akses pasar yang lebih luas, supaya bisa menutup daya beli yang rendah dengan permintaan dari sisi ekspor. Jawa Tengah pertumbuhan ekspornya cukup tinggi, sampai Agustus, ekspor non-migas tumbuh kira-kira 37 persen, pasarnya adalah di Eropa juga Amerika Serikat,” jelas Pribadi. 

Tak hanya mendukung program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koeprasi da UMKM. Secara khusus, KPwBI Provinsi Jawa Tengah juga memiliki program pemberdayaan UMKM. “Kami istilahnya end to end. Mulai dari produksi sampai pemasaran. Kita ada programnya,” jelas Pribadi. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jateng
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top