Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jateng Luncurkan Kampung Klanceng di Sragen

Madu klanceng memiliki sejumlah kelebihan. Tak hanya menyimpan berbagai manfaat ketika dikonsumsi, madu klanceng juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi pembudidaya.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  13:38 WIB
Istimewa/Bank Jateng
Istimewa/Bank Jateng

Bisnis.com, SRAGEN – Bank Jateng sebagai banknya orang Jawa Tengah kembali mewujudkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan diluncurkannya Kampung Klanceng di Kaampung Taman Asri, Kelurahan Kroyo, Karangmalang, Sragen, beberapa waktu lalu.

 

Madu klanceng sendiri dikenal memiliki beberapa kelebihan. “Manfaatnya lebih kuat madu klanceng dibandingkan madu biasa dan bisa mengobati penyakit gula (diabetes). Orang dengan gula tinggi dalam sebulan mengonsumsi madu klanceng rutin maka kadar gula darah bisa normal. Bila dicampur dengan cairan jeruk nipis bisa menghancurkan kolesterol dan yang paling ampuh untuk meningkatkan vitalitas pria,” jelas Eko Wijiyono, peternak lebah klanceng sekaligus inisiator Kampung Klanceng dikutip Senin (27/12/2021).

 

Eko menjelaskan bahwa selain menyimpan manfaat kesehatan, madu klanceng juga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan madu jenis lain. Setiap 1 kilogram madu klanceng dijual dengan harga Rp350.000 sementara madu berukuran kecil dibandrol seharga Rp150.000 per 250 ml.

 

Lebah klanceng sendiri tidak menyengat sehingga dianggap tidak berbahaya, terutama bagi anak-anak. Lebah-lebah itu didatangkan dari Palembang satu paket dengan glodoknya. Satu paket lebah plus glodoknya bernilai Rp1,5 juta. Lebah itu menempati glodok itu secara alami dengan dipancing makanan kesukaan lebah klanceng.

 

Supaya panen lebih cepat maka disiapkan vetegasinya sebagai sumber makanan lebah, yakni bunga air mata pengantin, bunga santos, bunga porana, bunga kaliandra, kayu damar, akasia, dan gaharu. Dengan penyiapan vegetasi tersebut maka madu bisa diproduksi setiap dua bulan sekali. Setiap satu glodok bisa memproduksi 1 kg madu.

 

“Ke depan, kami bisa mengembangkan Taman Asri ini sebagai Kampung Wisata Klanceng. Orang datang dan bisa langsung menyedot madu dari glodoknya dengan cukup membayar Rp25.000/orang,” ujar Eko.

 

Jaka Nur Sahid, Pemimpin Cabang Koordinator Bank Jateng Surakarta, menilai peluang pengembangan madu klanceng di Taman Asri Kroyo. Dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Jaka menjelaskan bahwa potensi tersebut bisa dikembangkan sebagai klaster ekonomi di Sragen. Bahkan, tidak menutup kemungkinan klaster ekonomi tersebut jadi yang pertama dan satu-satunya di Jawa Tengah.

 

Di sisi lain, Pemimpin Cabang Bank Jateng Sragen, Retno Tri Wulandari, akan mendorong usaha tersebut untuk lebih berkembang baik, karena potensi penjualan madu saat ini sangat diminati di saat pandemi, selain meningkatkan daya tahan tubuh, madu jenis ini juga sebagai salah satu alternatif menyembuhkan penyakit. Badan sehat, usaha lancar dan penghasilan meningkat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jateng
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top