Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bantul Tak Melakukan Pembatasan Aktivitas Ekonomi

Pemda pemulihan ekonomi terus berjalan, terlebih di saat kondisi beberapa komoditas pokok sekarang ini langka dan harganya naik.
Abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti prosesi labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Jumat (4/3/2022). Ritual yang digelar setiap tanggal 30 bulan Rajab dalam kalender Jawa tersebut untuk memperingati bertahtanya Sri Sultan HBX./Antara-Andreas Fitri Atmoko.
Abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti prosesi labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Jumat (4/3/2022). Ritual yang digelar setiap tanggal 30 bulan Rajab dalam kalender Jawa tersebut untuk memperingati bertahtanya Sri Sultan HBX./Antara-Andreas Fitri Atmoko.

Bisnis.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak mengambil kebijakan melakukan pengetatan aktivitas ekonomi masyarakat meski angka penularan kasus Covid-19 harian di daerah ini terus bertambah akibat varian omicron.

"Tidak, kita tidak mengambil keputusan untuk mengetatkan aktivitas ekonomi, ekonomi harus jalan terus, dengan protokol kesehatan ketat," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa (8/3/2022).

Menurut dia, tidak mengambil kebijakan pengetatan aktivitas ekonomi masyarakat, karena pemkab ingin memastikan bahwa pemulihan ekonomi terus berjalan, terlebih di saat kondisi beberapa komoditas pokok sekarang ini langka dan harganya naik.

"Cuma pertemuan tatap muka di sekolah-sekolah ini masih kita batasi, kalau yang ekonomi ini harus jalan terus, pemulihan ekonomi harus tercapai, karena ekonomi menyangkut hajat hidup orang banyak, menyangkut perutnya orang banyak," katanya.

Menurut Bupati, kalau aktivitas ekonomi di masyarakat berhenti, bisa berdampak pada orang tidak dapat memenuhi kebutuhannya dan ini malah lebih bahaya, sehingga pemulihan ekonomi harus terus berjalan berdampingan dengan pencegahan Covid-19.

"Pendidikan biarlah kita selenggarakan secara dalam jaringan dulu, tatap mukanya cukup 50 persen, karena pertemuannya begitu intensif dan bertemu orang yang sama, dalam sebuah ruangan," katanya.

Bupati mengatakan kegiatan pada bidang pendidikan ini masih dilakukan beberapa pengetatan. "Tetapi, untuk sektor-sektor ekonomi tidak dilakukan pengetatan," katanya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, jumlah kasus positif di Bantul sejak awal pandemi hingga Senin (7/3) terakumulasi 69.819 orang, dengan angka kesembuhan 61.101 orang, sementara kasus kematian totalnya tercatat 1.635 orang.

Dengan demikian, jumlah kasus aktif Covid-19 atau pasien yang masih menjalani isolasi mandiri maupun karantina di rumah sakit dan selter terpadu Bantul sebanyak 7.080 orang, yang tersebar di 17 kecamatan se-Bantul.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper