Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ganjar Diganjar Green Leadership, Petani Kendeng Cs Beri Gelar Tandingan

Ganjar Pranowo punya rekam jejak terkait rusaknya lingkungan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 22 Juli 2022  |  06:36 WIB
Ganjar Diganjar Green Leadership, Petani Kendeng Cs Beri Gelar Tandingan
Kader PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) berswafoto dengan rekannya usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Rakernas II PDI Perjuangan tersebut bertemakan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat dengan sub tema Desa Taman Sari Kemajuan Nusantara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat - tom.

Bisnis.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerima penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Rabu (20/7/2022).

Namun, penghargaan tersebut mendapat respon negatif dari masyarakat Jawa Tengah.

“Kami sebagai masyarakat yang selama ini memerjuangkan kelestarian lingkungan merasa kecewa berat dengan KLHK yang memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah,” jelas Suharno, warga Kabupaten Rembang sekaligus anggota Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PKK), Kamis (21/7/2022).

Suharno menyebut KLHK telah menutup mata dari rekam jejak Ganjar Pranowo. Pasalnya, pada kasus Kendeng sendiri, Ganjar dinilai telah melanggar keputusan Mahkamah Agung yang mengabulkan gugatan warga atas rencana pendirian pabrik semen di kawasan tersebut.

“Ketika hari ini Ganjar masih mengangkangi putusan hukum, berarti KLHK itu mendukung Ganjar untuk membangkang hukum. Artinya, penghargaan yang diberikan kepada Ganjar itu bukan berdasarkan fakta di lapangan. Tetapi, saya rasa penghargaan ini malah semacam pesanan, untuk memerbaiki citra nama baik Ganjar,” jelas Suharno.

Tak hanya warga Kabupaten Rembang, Masnuah warga Kabupaten Demak, juga memberikan respon negatif atas penghargaan yang diterima Ganjar.

“Sebetulnya kurang pas, walaupun di situ ada statement untuk panjenengan-panjenengan teman-teman yang menjaga lingkungan,” ucapnya.

Masnuah menyampaikan bahwa Ganjar sebagai pemangku kebijakan punya peran dalam perencanaan pembangunan di kawasan pesisir Semarang-Demak.

Tenggelamnya desa-desa di pesisir Kabupaten Demak sejak tahun 2000-an kini diperparah dengan pembangunan kawasan industri serta tol di wilayah tersebut.

Ganjar juga mendapat kritikan dari warga terdampak limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM), anak usaha PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex. Tomo, warga Sukoharjo, menyebut Ganjar tak melakukan aksi nyata untuk menangani pencemaran limbah yang ada di Sukoharjo.

“Dampaknya itu kan bukan hanya di Sukoharjo saja. Bahkan sampai di Wonogiri, di Karanganyar, Solo. Bahkan sampai nanti ke lain provinsi. Ini tentunya menyebabkan dampak kerusakan lingkungan, jadi bukan melestarikan lingkungan,” jelas Tomo.

Atas berbagai keluhan tersebut, perwakilan masyarakat Jawa Tengah mengeluarkan penghargaan khusus buat Ganjar Pranowo.

Warga yang tergabung dari sejumlah elemen masyarakat dari Demak, Sukoharjo, Urutsewu, Wadas, Kendeng, Batang, Jepara, Semarang, Demak, hingga Dieng menganugerahi Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Perusak Lingkungan.

“Seperti yang kita semua ketahui, krisis-krisis lingkungan yang terjadi di Jawa Tengah ini semakin parah. Bahkan, Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bukan hanya menjadi orang yang tidak hadir dalam menjamin perlindungan hidup warga Jawa Tengah. Tapi juga turut menjadi aktor perusakan lingkungan hidup di Jawa Tengah,” jelas Cornelius Gea, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganjar pranowo klhk
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top