Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada Megathrust, Warga DIY Punya Waktu 20 Menit untuk Evakuasi

Ancaman megathrust di wilayah selatan Pulau Jawa bisa menyebabkan tsunami dengan rata-rata ketinggian sekitar delapan meter.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 08 Agustus 2022  |  20:41 WIB
Waspada Megathrust, Warga DIY Punya Waktu 20 Menit untuk Evakuasi
Ilustrasi seismograf. Alat ini merupakan perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Pulau Jawa bagian selatan yang berada dalam wilayah cincin api menyimpan potensi bencana alam berupa gempa megathrust.

Abdul Muhari, Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut potensi gempa hingga Magnitudo 8,5 bisa terjadi akibat aktivitas tektonik ataupun pertemuan zona lempeng.

"Kalau misalkan terjadinya 8,8 dan di dua segmen, segmen di bawah Banten dan di bawah Jawa Timur. Kira-kira akan ada tsunami di selatan Banten dan ada tsunami di selatan Jawa Timur sampai ke Yogyakarta," jelas Abdul pada Senin (8/8/2022) dalam kanal Youtube BNPB.

Abdul menambahkan, berdasarkan kemungkinan tersebut, wilayah di pesisir selatan Pulau Jawa berpotensi mengalami tsunami dengan ketinggian rata-rata hingga delapan meter. Ketinggian tersebut bersifat rata-rata, dimana di sebagian wilayah ada kemungkinan terjadi tsunami setinggi 20 meter, 18 meter, ataupun 10 meter.

Masyarakat di kawasan yang berpotensi mengalami tsunami akibat gempa megathrust itu diminta untuk waspada. Abdul menyebut, kecepatan gelombang tsunami berkisar di 2-5 meter per detik sehingga membahayakan keselamatan manusia.

"Kalau kita bicara evakuasi, jangan melihat misalkan peringatan dininya berpotensi 50 cm. 'Oh cuma 50 cm'. No. 50 cm tsunami bisa membunuh, karena tidak hanya tingginya, tapi arus tsunami sangat berbahaya untuk keselamatan manusia," jelas Abdul.

Abdul menambahkan, masyarakat juga mesti merespons peringatan dini tsunami dengan lebih responsif. Pasalnya, waktu emas evakuasi hanya berlangsung dalam hitungan yang singkat.

"Kalau di segmen sebelah barat, Jawa Barat dan Banten. Itu golden time kita 10-15 menit. Sedangkan kalau kita bicara di sebelah timur, selatan Yogyakarta, selatan Jawa Timur, maka golden time kita 20-30 menit," jelas Abdul.

Tak hanya meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga diminta untuk bisa menata bangunan di kawasan pesisir. Abdul menjelaskan bahwa gelombang tsunami bisa saja menggeser ataupun merobohkan bangunan di pesisir.

"Kalau kita punya rumah atau kalau kita berlibur di pinggir pantai, maka carilah hotel yang ketinggiannya lebih dari tiga lantai. Dimana lantai satu dan dua itu tidak untuk kamar. Tapi tempat parkir, restoran, yang kemudian tidak dibatasi dinding rigid semacam ini tapi kaca. Sehingga kalau terjadi tsunami maka airnya akan lewat, orang bisa lari ke atas," jelas Abdul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa diy bnpb
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top