Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kendalikan Inflasi, Pemprov Jateng Minta Pemda Aktif Perbaharui Harga

Ganjar mendorong kepala daerah di kabupaten kota untuk turut serta mengawasi. Jajaran di daerah, bisa mengecek perkembangan komoditas dari hulu ke hilir.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  16:21 WIB
Kendalikan Inflasi, Pemprov Jateng Minta Pemda Aktif Perbaharui Harga
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra saat mengikuti Rakor TPID Jateng. - Istimewa.
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Pengendalian inflasi di Jawa Tengah terus dimaksimalkan. Selain dengan upaya intervensi langsung, pengawasan secara komprehensif dan intens terhadap komoditas penyebab inflasi juga dilakukan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, pengawasan menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (SiHaTi). Saat ini, aplikasi tersebut telah mengalami empat kali perubahan dan bisa diakses lewat smartphone.

“Aplikasi SiHaTi ini harapan kita kalau pertanian pangan yang itu komoditasnya bisa mempengaruhi inflasi, itu sudah kita tercatatkan di sini,” kata Ganjar seusai memimpin Rakor TPID Jateng dilanjutkan mengikuti Rakornas pengendalian inflasi yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo secara daring, Kamis (18/8/2022).

Ganjar mendorong kepala daerah di kabupaten kota untuk turut serta mengawasi. Jajaran di daerah, bisa mengecek perkembangan komoditas dari hulu ke hilir.

Menurut Ganjar, hal itu guna memeriksa angka produksi komoditas tersebut. Sehingga, kondisi yang terjadi bisa langsung ditanggapi.

“Maka di hulunya kita bisa ngecek berapa produksi sebenarnya. Tinggal kemudian saya minta tolong kawan-kawan di kabupaten kota, tolong diupdate. Teman-teman Bupati Wali Kota perintahkan tim kecil untuk memantau,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra menjelaskan, pada pembaruan SiHaTi yang kini tersedia dan bisa diakses dari smartphone juga memiliki fitur early warning system.

"Jadi ketika harga naik atau turun dalam 5 hari berturut, itu akan timbul early warning system dan akan ada push notification ke seluruh anggota TPID provinsi," jelasnya.

Dari notifikasi tersebut, kata Rahmat, bisa ditindaklanjuti oleh jajaran TPID untuk mengambil keputusan. Rahmat berharap, pemerintah kabupaten kota aktif mengupdate data komoditas di daerah masing-masing.

"Sehingga kita nanti bisa segera call for meeting untuk melakukan tindakan-tindakan. Kita integrasikan dengan Pemprov Jateng, tinggal nanti bagaimana kabupaten kota diminta aktif untuk mengupdatenya ," tuturnya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut inflasi Jateng turun pada Juni 2022 lalu. Inflasi Jateng turun 0,69 persen dari bulan sebelumnya 4,97 persen menjadi 4,28 persen. (k28)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jateng
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top