Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jawa Tengah Dorong ASN Gunakan Kendaraan Listrik

Mobil dan motor berbahan bakar fosil yang umum digunakan masyarakat punya dampak negatif bagi lingkungan. Terlebih, jumlah kendaraan terus bertambah.
Salah satu mobil listrik keluaran Hyundai yang dipamerkan dalam GM Autoshow di Grand Maerakaca, Kota Semarang./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.
Salah satu mobil listrik keluaran Hyundai yang dipamerkan dalam GM Autoshow di Grand Maerakaca, Kota Semarang./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bakal mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah untuk mulai menggunakan kendaraan listrik. Hal tersebut menurutnya bakal menjadi percontohan transisi kendaraan ramah lingkungan bagi masyarakat luas.

"Kami tahun ini akan mulai menggunakan mobil listrik tersebut. Jadi kebijakan itu ada, tahun ini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah mulai dulu. Nanti ada rencana dari dinas-dinas mau ganti mobil listrik. Tinggal cari partnernya, siapa pabriknya. Kalau pemerintah yang melakukan saya kira transformasinya akan lebih cepat," jelas Ganjar dalam sambutan tertulis pelepasan Tim Jelajah Investasi Kendaraan Listrik Jawa Tengah 2022, Selasa (30/8/2022).

Menurut Ganjar, mobil dan motor berbahan bakar fosil yang umum digunakan masyarakat punya dampak negatif bagi lingkungan. Hal tersebut diperparah dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan yang memerlukan bahan bakar fosil dari waktu ke waktu. "Bukan tidak mungkin energi fosil yang ada saat ini akan habis di kemudian hari dan menjadi langka," jelasnya.

Untuk itu, transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik menjadi sebuah keniscayaan. Selain mendorong ASN untuk beralih ke kendaraan listrik, Ganjar juga mengungkapkan bahwa Jawa Tengah bakal mengganti armada Bus Trans Jateng dengan mobil atau bus listrik.

"Sudah ada penjajakan dengan beberapa penyedia bus listrik. Harapannya bus kota nantinya bisa diganti semua dengan bus listrik," jelas Ganjar.

Peni Rahayu, Plt Kepala Badan Pengelola Pendapatan daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, menyebut pihaknya bakal mengikuti kebijakan pemerintah soal pungutan daerah dari kendaraan listrik itu. Menurutnya, subsidi ataupun insentif yang diberikan kepada konsumen memang bakal mengurangi pendapatan daerah. Namun, manfaat yang diterima nantinya akan jauh lebih besar.

"Tidak harus pendapatan dari segi uang, tapi ketimbang kita memerbaiki lingkungan itu kan butuh biaya yang lebih besar juga, lebih murah dan mudah untuk merawat. Maka saya kira harus balance juga," jelas Peni saat ditemui Bisnis beberapa waktu lalu.

Liputan ini merupakan bagian dari program Jelajah Investasi Kendaraan Listrik Jawa Tengah 2022. Jelajah Investasi Kendaraan Listrik Jawa Tengah diselenggarakan atas dukungan para sponsor yakni PT PLN Persero, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, dan Hyundai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper