Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bukan Cuma Upah Minimum, Ini Faktor Pendorong Investor ke Jateng

Ketersediaan tenaga kerja jadi salah satu faktor penentu yang membuat investor, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk merelokasi usahanya ke Jawa Tengah.
Ilustrasi. Pekerja tengah merampungkan pembangunan akses jalan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Ilustrasi. Pekerja tengah merampungkan pembangunan akses jalan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan

Bisnis.com, SEMARANG - Ekonom Universitas Diponegoro (Undip), Wahyu Widodo, menyebut upah minimum bukan satu-satunya faktor yang mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan menyusul santernya isu relokasi pabrik dari Banten ke Jawa Tengah.

"Saya kira, selain upah buruh, ada beberapa faktor yang mungkin menjadi pendorong investor untuk pindah ke Jawa Tengah," kata Wahyu saat dihubungi Bisnis, Senin (14/11/2022). Faktor pertama yang jadi pendorong relokasi adalah pasar tenaga kerja. "Bukan hanya upah, tapi pekerja juga tersedia," jelasnya.

Faktor kedua, menurut Wahyu, adalah iklim investasi Jawa Tengah yang dinilai kondusif untuk membuka aktivitas usaha. Kemudahan investasi dan berbagai fasilitas yang ditawarkan pemerintah juga jadi nilai lebih tersendiri bagi calon investor.

Kualitas infrastruktur menjadi faktor lain yang jadi pertimbangan investor. Wahyu menjelaskan, meskipun Jawa Tengah perlu melakukan pembangunan, namun konektivitas antar daerah sudah bisa dibilang cukup layak untuk menjalankan usaha.

"Sebenarnya mungkin belum ideal 100 persen. Tetapi improvement-nya positif. Masih banyak kendala terutama masalah regulasi, RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)," jelas Wahyu.

Terkait infrastruktur, lebih lanjut Wahyu menjelaskan bahwa banyaknya kawasan industri juga menjadi daya tarik bagi investor untuk merelokasi pabriknya di Jawa Tengah. "Meskipun belum juga benar-benar mencirikan kawasan industri yang ideal," tambahnya.

Wahyu menambahkan, kultur Jawa Tengah yang relatif kondusif ikut menjadi daya tarik lain bagi calon investor. "Yang memungkinkan tidak banyak gejolak dan tuntutan buruh. Fakta bahwa saat ini sudah banyak perusahaan yang relokasi ke Jawa Tengah menunjukkan kalau provinsi ini layak untuk investasi," jelasnya.

Meskipun di atas kertas Jawa Tengah cukup prospektif bagi calon investor, namun Wahyu juga memberikan catatan penting. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mesti mengakomodir keluhan yang selama ini disampaikan pengusaha. "Untuk improvement ke depan. Menyelaraskan regulasi dengan business process-nya," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah Ratna Kawuri, menyebut kabar relokasi pabrik dari Banten ke Jawa Tengah masih sebatas isu. Ratna mengaku belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut.

Namun demikian, Ratna menegaskan kesiapan Jawa Tengah untuk menerima investasi dari pengusaha dalam negeri. "Ada beberapa kawasan industri yang siap menerima, baik itu baru ataupun perluasan. Ada kabupaten dan kota yang cukup representatif infrastrukturnya sebagai tujuan investasi," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper