Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sebelum Tangerang, Gelombang PHK Lebih Dulu Menghantam Jateng

Sebelum Tangerang, beberapa pabrik di Jawa Tengah sudah lebih dulu melakukan PHK kepada ratusan karyawannya.
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 17 Januari 2023  |  19:21 WIB
Sebelum Tangerang, Gelombang PHK Lebih Dulu Menghantam Jateng
Ilustrasi pekerja pabrik
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Belakangan viral Produsen sepatu Adidas, PT Panarub Industry yang berlokasi di Pasar Kemis Tangerang, melakukan PHK kepada ribuan karyawannya.

Sepanjang tahun 2022 saja, perusahaan ini disebut sudah memutus hubungan kerja dengan 1.200 karyawan mereka.

Alasan perusahaan melakukan PHK adalah penurunan permintaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan ekonomi global belakangan ini.

Demi keseimbangan ekonomi perusahaan, PT Panarub lantas melakukan PHK kepada sejumlah karyawan.

“Karena penurunan order yang mana disebabkan oleh situasi global, maka PT Panarub harus mengurangi karyawan,” ungkap Direktur PT Panarub Industry Budiarto Tjandra saat dihubungi Bisnis pada Senin (16/1/2023).

Budiarto menyebut jumlah karyawan yang terdampak sebanyak 1.200 karyawan. Perusahaan produsen sepatu Adidas itu memperkirakan akan terus memangkas hingga 2.000 pekerja.

Selain PT Panarub Industry, PT Nikomas Gemilang juga membuat heboh karena menawarkan pengunduran diri masal kepada sejumlah karyawannya.

Jateng Lebih Dulu Dihantam Gelombang PHK

Sebelum dua perusahaan sepatu asal Banten tersebut, Jateng sudah lebih dulu mengenal apa itu gelombang PHK di sektor padat karya seperti sepatu dan tekstil.

Pada bulan Oktober 2022, perusahaan sepatu asal Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, melakukan PHK kepada karyawannya.

Sejumlah karyawan mengaku diPHK karena mendadak pabrik tutup lantaran sepi orderan.

Ialah PT MMM (Mitra Mas Mulia) yang sempat diguncang isu melakukan PHK masal di area Jateng tahun lalu. Akan tetapi, kabar kemudian dibantah dengan alasan perusahaan melakukan pemutihan.

Selain PHK di Brebes, perusahaan asal Rembang juga dikabarkan melakukan PHK kepada 500 orang karyawannya pada November 2022 lalu.

Data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng mencatat, karyawan pabrik terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di ibukota Jateng bahkan mencapai 1.000 pekerja sepanjang Oktober 2022.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aloysius Budi Santoso mengatakan jika pihaknya mencatat hingga akhir Oktober 2022, sudah ada 79.316 buruh di sektor padat karya yang di PHK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk pabrik adidas
Editor : Hesti Puji Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top