Sebelum Tangerang, Gelombang PHK Lebih Dulu Menghantam Jateng

Sebelum Tangerang, beberapa pabrik di Jawa Tengah sudah lebih dulu melakukan PHK kepada ratusan karyawannya.
Ilustrasi pekerja pabrik
Ilustrasi pekerja pabrik

Bisnis.com, SOLO - Belakangan viral Produsen sepatu Adidas, PT Panarub Industry yang berlokasi di Pasar Kemis Tangerang, melakukan PHK kepada ribuan karyawannya.

Sepanjang tahun 2022 saja, perusahaan ini disebut sudah memutus hubungan kerja dengan 1.200 karyawan mereka.

Alasan perusahaan melakukan PHK adalah penurunan permintaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan ekonomi global belakangan ini.

Demi keseimbangan ekonomi perusahaan, PT Panarub lantas melakukan PHK kepada sejumlah karyawan.

“Karena penurunan order yang mana disebabkan oleh situasi global, maka PT Panarub harus mengurangi karyawan,” ungkap Direktur PT Panarub Industry Budiarto Tjandra saat dihubungi Bisnis pada Senin (16/1/2023).

Budiarto menyebut jumlah karyawan yang terdampak sebanyak 1.200 karyawan. Perusahaan produsen sepatu Adidas itu memperkirakan akan terus memangkas hingga 2.000 pekerja.

Selain PT Panarub Industry, PT Nikomas Gemilang juga membuat heboh karena menawarkan pengunduran diri masal kepada sejumlah karyawannya.

Jateng Lebih Dulu Dihantam Gelombang PHK

Sebelum dua perusahaan sepatu asal Banten tersebut, Jateng sudah lebih dulu mengenal apa itu gelombang PHK di sektor padat karya seperti sepatu dan tekstil.

Pada bulan Oktober 2022, perusahaan sepatu asal Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, melakukan PHK kepada karyawannya.

Sejumlah karyawan mengaku diPHK karena mendadak pabrik tutup lantaran sepi orderan.

Ialah PT MMM (Mitra Mas Mulia) yang sempat diguncang isu melakukan PHK masal di area Jateng tahun lalu. Akan tetapi, kabar kemudian dibantah dengan alasan perusahaan melakukan pemutihan.

Selain PHK di Brebes, perusahaan asal Rembang juga dikabarkan melakukan PHK kepada 500 orang karyawannya pada November 2022 lalu.

Data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng mencatat, karyawan pabrik terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di ibukota Jateng bahkan mencapai 1.000 pekerja sepanjang Oktober 2022.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aloysius Budi Santoso mengatakan jika pihaknya mencatat hingga akhir Oktober 2022, sudah ada 79.316 buruh di sektor padat karya yang di PHK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper