Beras di Jateng Lampaui Harga Eceran Tertinggi

Memasuki musim panen raya yang jatuh pada Maret mendatang, harga beras di pasaran diharapkan bisa kembali stabil.
Beras impor dari Vietnam./Bisnis-Annasa Rizki Kamalina.
Beras impor dari Vietnam./Bisnis-Annasa Rizki Kamalina.

Bisnis.com, SEMARANG - Lonjakan harga beras terus terjadi di Jawa Tengah. Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (BPN), per Selasa (21/2/2023), harga beras medium berkisar di angka Rp11.620/kg. Harga itu lebih dari 20 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah, yaitu Rp9.450/kg.

Sub Koordinator Seksi Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, Dhani Sardono Wiyoto, menjelaskan bahwa lonjakan harga tersebut biasa terjadi jelang Ramadan. Dishanpan sendiri berupaya untuk mengendalikan harga dengan menggelar operasi pasar murah di sejumlah daerah.

"Itu masih berjalan. Sama ini kan sedang musim cuaca buruk, seperti kemarin di Karimunjawa kami membantu 7 ton beras di sana. Besok itu di Banjarnegara, ada 5 ton, untuk mendukung ketahanan pangan di daerah bencana," jelas Dhani saat dihubungi Bisnis.

Dhani menyampaikan bahwa bantuan beras di Banjarnegara bakal disalurkan ke lima desa yang tersebar di Kecamatan Punggelan, Wanayasa, Pejawaran, dan Mandiraja. Penyaluran bantuan beras itu rencananya bakal berlangsung pada 23 Februari 2023 mendatang.

Selama ini, Dishanpan Provinsi Jawa tengah telah melakukan intervensi untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan strategis. Upaya untuk mengendalikan inflasi lewat operasi pasar juga dilakukan di 6 kabupaten dan kota, seperti Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purwokerto, Kabupaten Kudus, Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kota Tegal.

"Kemarin kami juga menggelar operasi pasar bersama Bulog dan Satgas Pangan di Pasar Peterongan [Kota Semarang]. Di Kendal itu juga ada operasi beras, untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) supaya harga beras di pasaran bisa terkendali," jelas Dhani. Lebih lanjut, panen raya yang jatuh pada Maret mendatang diharapkan bisa ikut membantu upaya Dishanpan Provinsi Jawa Tengah dalam menekan pergerakan harga beras.

Sebagai informasi, BPN mencatat bahwa harga beras medium di Pulau Jawa telah melampaui Rp11.000/kg. Kecuali di DKI Jakarta, dimana harga rata-rata beras medium berada di Rp10.730/kg. Adapun harga tertinggi untuk komoditas itu tercatat di Kalimantan Utara dengan rata-rata Rp13.650/kg.

Pada perkembangan lainnya, untuk komoditas bawang merah, harga rata-rata di Jawa Tengah berdasarkan Panel Harga BPN berada di Rp35.380/kg. Dari angka tersebut, disparitas harganya jika dibandingkan dengan rata-rata nasional berada lebih rendah 4,71 persen. Adapun untuk komoditas cabai rawit merah, harga rata-rata di Jawa Tengah Rp61.420/kg dengan disparitas 6,37 persen di atas rata-rata nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper