Perusahaan Pembiayaan di Jateng Incar Jemaah Umroh, Imbas Kenaikan Biaya Haji

Amitra wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bisa memenuhi pembiayaan talangan haji dan umroh untuk 200 calon jemaah.
Ilustrasi pembiayaan syariah./Ist
Ilustrasi pembiayaan syariah./Ist

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah resmi memutuskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023 sehingga biaya ditanggung calon jemaah berkisar di Rp49,81 juta.

Kenaikan biaya haji itu diperkirakan bakal berpengaruh pada jumlah calon jemaaah haji di Jawa Tengah.  Merespons kondisi terkini, Amitra, layanan syariah dari perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance (FIF) Group, melirik potensi bisnis.

"Pengajuan talangan haji untuk wilayah Semarang 3 bulan Februari ini belum terlalu kelihatan. Dengan adanya isu kenaikan biaya haji, justru kebanyakan orang akan beralih ke umroh. Kami belum bisa verifikasi, tetapi isunya seperti itu. Ini justru jadi peluang baru buat kami," ucap Hamdan Fauzi, Marketing Manager Amitra Area Jateng 1, Senin (27/2/2023).

Hamdan mengungkapkan di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, konsumen yang mengajukan pembiayaan talangan haji dan umroh kebanyakan berada di rentang usia 30-40 tahun. Sewaktu pandemi Covid-19, Amitra mencatat penurunan pengajuan pembiayaan. "Sekarang umroh dan haji dibuka. Ini pendaftaran sudah mulai naik, tapi belum kembali sepenuhnya," tambahnya.

Meskipun belum bisa mengkonfirmasi tren peralihan pembiayaan haji ke umroh, namun Hamdan menjelaskan bahwa pascapandemi Covid-19 tingkat pengajuan untuk pembiayaan umroh mengalami perbaikan yang lebih signifikan. Bahkan, pemulihannya jauh lebih cepat ketimbang pengajuan talangan haji.

Setiap bulannya, Amitra wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bisa memenuhi pembiayaan talangan haji dan umroh untuk 200 calon jemaah. Kota Semarang menjadi wilayah dengan jumlah pendaftar terbesar. "Tetapi untuk pembiayaan itu, Kota Semarang relatif kecil, kebanyakan cash," jelas Hamdan.

Selain Amitra, ceruk pasar pembiayaan bagi calon jamaah haji dan umroh terbilang cukup potensial. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2019 lalu, ada 30.707 orang jemaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, Kota Semarang, Kabupaten Temanggung, serta Kabupaten Kendal menjadi wilayah dengan jumlah jemaah haji terbanyak yang diberangkatkan.

Prospek yang cerah itu juga sejalan dengan jumlah pemain di sektor tersebut. "Kompetitor itu banyak. Ada koperasi syariah, koperasi jasa, Baitul Mal wat Tamwi (BMT). Sesama lembaga pembiayaan juga banyak," jelas Hamdan. Bahkan, saat ini pegadaian hingga teknologi finansial (tekfin) itu meramaikan pasar pembiayaan talangan haji dan umroh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper