Tingginya Aktivitas Pengeboran Minyak Sebabkan Impor Jateng Turun 8,42%

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 16 April 2018 | 18:49 WIB

Bisnis.com, SEMARANG - Tingginya aktivitas pengeboran minyak di Kabupaten Cilacap dan Blora menyebabkan angka impor produk mineral dan pesawat mekanik mengalami penurunan.

Dilihat dari nilai imporJawa Tengah pada bulan Maret 2018 mencapai US$1.059,23 juta, atau mengalami penurunan sebesar 8,42% dibanding impor Februari 2018 sebesar US$1.156,67 juta.

Kendati demikian jika dibanding Maret 2017 (year on year) nilai impor Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 19,28% (US$171,20 juta). Impor kumulatif Januari-Maret 2018 mencapai US$3249,62 juta naik 28,45% dari impor kumulatif Januari-Maret 2017 (US$ 2529,86 juta).

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Jateng Sri Herawati mengatakan, negara pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah selama periode Januari-Maret 2018 adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Nigeria dengan nilai impor kumulatif Januari-Maret 2018 masing masing sebesar US$847,16 juta, US$629,24 juta, dan US$329,72 juta.

"Jateng memiliki ketergantungan impor yang cukup besar terhadap ketiga negara tersebut terutama produk mineral, textile dan pesawat mekanik. Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 55,58% terhadap total impor ke Jawa Tengah periode Januari-Maret 2018," kata Sri Senin (16/4/2018).

Selain itu lanjut dia, impor Jawa Tengah dari kawasan ASEAN, lanjutnya, pada periode Januari-Maret 2018 mencapai US$309,21 juta atau berkontribusi sebesar 9,52% terhadap total impor Jawa Tengah Januari-Maret 2018. Impor dari negara-negara kawasan Uni Eropa pada periode Januari-Maret 2018 tercatat sebesar US$102,90 juta (3,17%).

Sementara impor Jawa Tengah dari kawasan negaranegara utama Iainnya (9 negara) menyumbang peranan sebesar 68,53% terhadap total impor Jawa Tengah, dengan nilai impor sebesar US$2226,82 juta.

Dia menambahkan, produk mineral, tekstil, serta mesin dan pesawat mekanik merupakan kelompok komoditas yang mempunyai kontribusi tertinggi terhadap impor Jawa Tengah.

"Selama periode Januari-Maret 2018, kontribusi komoditas tersebut masing-masing sebesar 41,46%, 15,42% dan 14,76% terhadap total impor Jawa Tengah. Nilai impor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan Maret 2018 masing-masing sebesar US$526,92 juta, US$132,13 juta, dan US$124,88 juta," katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainya