BPBD Jateng Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat Gempa Banjarnegara

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 19 April 2018 | 15:32 WIB
BPBD Jateng Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat Gempa Banjarnegara
Petugas gabungan bersama relawan membersihkan puing bangunan akibat gempa berkekuatan 4,4 SR di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (19/4)./ANTARA FOTO-Idhad Zakaria

Bisnis.com, SEMARANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menetapkan masa tanggap darurat penanganan gempa Banjarnegara selama 14 hari.

Petugas gabungan BPBD, PMI, TNI, Polri, dan relawan hingga saat ini terus berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan reruntuhan.

Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara untuk menentukan langkah-langkah antisipatif untuk menangani warga yang terimbas bencana. Menurutnya, data jumlah korban terus diperbarui karena jumlahnya masih bisa bertambah.

"Tim gabungan masih terus melakukan pendataan serta proses evakuasi mencari korban terdampak," ucap Sarwa, Kamis (19/4/2018).

Banjarnegara diguncang gempa berkekuatan 4,4 SR pada Rabu (18/4). Akibatnya, tiga orang meninggal dan puluhan lainnya menderita luka-luka.

Gempa tersebut berpusat di darat pada kedalaman 4 kilometer (km) pada jarak 52 km utara Kebumen. Gempa tidak berpotensi tsunami.

BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka, gempa kali ini juga menyebabkan rusaknya 316 unit rumah dan sejumlah bangunan umum lain di Desa Kasinoman, Desa Kertosari, dan Desa Plorengan. Tak kurang dari 2.104 jiwa dari 526 KK akhirnya harus mengungsi ke sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Kalibening.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya