IWAPI: Wanita Jadi Pengusaha, Pengangguran & Korupsi pun Berkurang

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 19 April 2018 | 16:32 WIB
IWAPI: Wanita Jadi Pengusaha, Pengangguran & Korupsi pun Berkurang
Perajin membuat kerajinan tas wanita berbahan kulit sapi di rumah produksi Mario Rubini, Sambilegi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (6/4)./Antara-Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, SEMARANG - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jateng saat ini tengah menggenjot para pelaku usaha khususnya perempuan untuk melakukan berbagai inovasi. Pasalnya di era modern ini perempuan tidak lagi mengandalkan suami namun banyak juga yang menjadi pengusaha.

Ketua IWAPI Jateng Lilik Lukitowati menuturkan, di Jateng ada 8.000 pengusaha wanita yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Untuk itu, pemberdayaan dan pelatihan kepada wanita untuk berani berusaha penting dilakukan.

"Kami mendorong tiap pengusaha perempuan melakukan inovasi terhadap produk buatan mereka. Pengusaha dituntut punya khas sendiri, berbeda dengan yang lain," katanya hari ini Kamis (19/4/2018).

Selain mengembangkan inovasi, lanjut Lilik, perempuan juga didorong mampu mendirikan usaha sendiri agar bisa membantu ekonomi dan mengurangi angka korupsi. 

"Kalau perempuan punya usaha dia tak akan meminta ke suami, ini kan bisa mengurangi pengangguran dan korupsi. Tidak perlu susah, yang bisa dilakukan di rumah banyak juga, seperti handy craft dari kain perca dan apapun dari lingkungan kita bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Dikatakan lilik bagi perempuan yang masih bingung ingin membuka usaha bisa belajar dan bergabung dengan IWAPI, yang memang konsen ingin memberdayakan perempuan dari segala usia. 

"Dari usia remaja sampai berapa saja bisa bergabung, tidak ada persyaratan, karena kita mencari dan mengembangkan potensi para perempuan," ujarnya.

Menurut Lilik kebanyakan pengusaha wanita di Jateng bergerak dibidang kuliner. Dia mencontohkan di kawasan Banyumas banyak sekali pengusaha wanita yang bergerak dibidang kuliner. 

Dalam sebulan lanjut dia pengusaha wanita di Kabupaten Banyumas bisa mencatatkan omzet mencapai Rp25 miliar, sehingga potensi seperti ini harus dimaksimalkan.

"Kabupaten Banyumas kami jadikan percontohan kepada semua anggota IWAPI bahwa disana banyak pengusaha wanita yang konsen mengembangkan usahanya terutama di bidang kuliner ," tambahnya.

Lebih lanjut Lilik berharap agar setiap pengusaha wanita selalu konsisten dan menerapkan berbagai inovasi agar produk buatannya bisa menembus pasar internasional.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer