MUDIK LEBARAN 2018: Tips Bagi Pengemudi dan Kendaraan

Oleh: Yustinus Andri DP 08 Juni 2018 | 18:04 WIB
MUDIK LEBARAN 2018: Tips Bagi Pengemudi dan Kendaraan
Kendaraan pemudik melintas di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (8/6/2018)./ANTARA-Oky Lukmansyah

Bisnis.com, SEMARANG — Mudik merupakan sebuah tradisi rutin bagi masyarakat Indonesia jelang hari raya keagamaan, terutama pada saat Idul Fitri.

Momentum tersebut, hampir selalu dinantikan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya, lantaran pada saat itulah para perantau dapat bertemu kembali sanak saudara.  Di sisi lain, kendati pemerintah telah menjajikan jalur mudik nasional telah siap untuk dilalui, tetapi bukan berarti para pemudik melupakan hal-hal mendasar yang harus disiapkan sebelum pulang kampung.

Peringatan terutama diberikan kepada para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, salah satu tips paling mendasar bagi para pemudik adalah menyiapkan kesehatan pengemudi dan kendaraannya, terutama bagi yang menempuh perjalanan jauh.

“Kendaraan harus berstatus layak jalan. Untuk itu perlu dilakukan proses ramp check. Nanti kami akan bekerja sama dengan kepolisian di beberapa daerah untuk turut membantu melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan,” ujarnya, Kamis (7/6).

Peringatan serupa pun muncul dari Kementerian Kesehatan. Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebutkan kesiapan fisik pengemudi dan kelayakan kendaraan menjadi dua hal wajib yang pertama kali diperhatikan.

“Intinya cek dulu kesehatan keseluruhan, baik tubuh pemudik maupun kendaraan. Supaya ketika mudik berjalan lancar,” ujarnya, dalam keterangan resminya, Rabu (6/6).

 Adapun, selain kesehatan pengemudi dan anggota pemudik serta kendaraannya, Kemenkes juga menyebutkan 13 tips lain yang wajib diperhatikan oleh pemudik yang  menggunakan kendaraan pribadi. Salah satunya adalah dengan tidak meminum obat-obatan yang menyebabkan kantuk sebelum dan selama mengemudi.

Selain itu, pemudik juga diharapakan beristirahat selama 15 menit setiap setelah mengemudi selama 4 jam.  Pemudik pun diminta disiplin dan patuh pada rambu lalu lintas. Dalam mengemudi, pemudik diwajibkan mengendalikan kecepatan kendaraan di kondisi jalanan yang rusak, bergelombang, atau saat hujan dan cuaca buruk.

Meksipun, memiliki keinginan yang besar untuk membawa oleh-oleh pada seluruh sanak saudara, pemudik tetap diminta agar kendaraan tidak melebihi muatan yang layak. Di sisi lain, di tengah musim panas yang mendera Mudik Lebaran tahun ini, pemudik yang mengendarai sepeda motor  diminta untuk menggunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara.

Dari sisi keamanan dari tindak kejahatan, pemudik juga diminta agar tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidakdikenal.  

Sementara itu, dari sisi kesehatan, pemudik diimbau mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir sebelum makan serta mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat.

Demi menjaga kebersihan, pemudik wajib membuang sampah pada tempatnya dan tidak buang air kecil atau besar secara sembarangan.  Selain itu yang terpenting adalah bila ada pemudik yang sakit, dilarang memaksakaan keadaan dan lebih baik manfaatkan pos kesehatan atau posko mudik terdekat.

Tidak memaksakan kondisi yang capek atau kurang fit dengan berisitirahat di posko mudik merupakan pilihan yang sangat tepat bagi para pemudik. Pasalnya, tersebar cukup banyak posko mudik di seluruh jalur, seperti salah satunya yang dilakukan oleh Bank Jateng yang menempatkan 5 posko mudik di Provinsi Jateng.

“Posko mudik ini sudah 3 tahun kami adakan untuk memanjakan pemudik yang menuju atau melintasi Jateng. Kami menjamin bahwa posko tersebut akan sangat akomodatif dan nyaman bagi pemudik” ujar Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno yang disampaikan melalui Sekretaris Perusahaan Suldiarta, Jumat (8/6).

Kelima posko tersebut terletak di Kota Tegal, Kota Purwokerto, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Sragen. Selain fasilitas yang lengkap, Suldiarta mengatakan, di posko tersebut juga terdapat makanan khas tiap daerah yang dijual oleh UMKM binaan Bank Jateng.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya