Kawasan Malioboro Segera Diuji Coba Bebas Kendaraan Bermotor

Oleh: I Ketut Sawitra Mustika 02 Juli 2018 | 09:18 WIB
Kawasan Malioboro Segera Diuji Coba Bebas Kendaraan Bermotor
Suasana Malioboro Yogyakarta saat ini./Istimewa

Bisnis.com, YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berencana menguji coba rekayasa lalu lintas ala 'bundaran besar', yang merupakan bagian dari rencana menjadikan Malioboro bebas kendaraan bermotor, kecuali angkutan umum dan tamu VIP, pada November mendatang. Pemberlakuan Malioboro jadi kawasan semi pedestrian akan diiringi dengan penataan parkir tepi jalan.

"Saya berencana menguji coba [Malioboro bebas kendaraan] November. Nanti kan sisi barat sudah hampir jadi pada November, nanti kami coba koordinasi bagaimana rekayasa lalu lintasnya. Itu [durasi uji coba] yang akan dirapatkan dengan pihak polisi. Kalau November tidak siginifikan perubahannya, bisa langsung seterusnya," ujar Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo melalui sambungan telepon, Minggu (1/7/2018).

Sigit mengatakan, besar kemungkinan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan akan mengubah arah beberapa ruas jalan. Nantinya Jl. Bhayangkara, yang saat ini satu arah menuju utara, akan diubah jadi satu arah menuju selatan. Kemudian Jalan Mataram, yang menerapkan skema dua arah, akan dijadikan satu arah menuju utara. Demikian pula ruas Jl. Suryotomo. Sehingga lalu lintas akan memutari Malioboro, membentuk pola bundaran.

"Semoga uji coba akan berhasil. Saat uji coba nanti akan terlihat mana saja hal-hal yang perlu diperbaiki dan solusi apa yang harus diambil," imbuh Sigit.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja Golkari Made Yulianto mengatakan, sudah menjadi kesepakatan untuk penataan wilayah Sumbu Filosofi, termasuk Malioboro dan sekitarnya harus ada koordinasi antara Pemda DIY dan Pemkot Jogja. Ketika Kepala Dinas Perhubungan DIY sudah menyatakan akan menguji coba skema 'Bundaran Besar' pada November, maka ia berharap dalam waktu dekat ini ada pertemuan antara Dishub DIY dan Dishub Kota Jogja guna mematangkan konsep tersebut. Karena sejauh ini, skema 'bundaran besar' adalah rekayasa lalu lintas yang paling berpeluang diterapkan.

Golkari menambahkan, rekayasa lalu lintas tidak hanya akan diterapkan pada ruas Jl. Mataram, Suryotomo dan Bhayangkara saja. Nantinya sirip-sirip Malioboro juga akan ditata. "Ada yang satu arah. Dua arah. Nyeberang Malioboro. Tapi sekali lagi saya belum berani berbicara lebih jauh sebelum koordinasi dengan Dishub DIY."

Pemkot Jogja, sambung Golkari berkeinginan mewujudkan Malioboro sebagai kawasan semi pedestrian pada 2019 nanti. Seiring dengan terwujudnya rencana itu, juga akan dibarengi dengan penataan parkir di tepi jalan, baik itu di Jl. Mataram maupun sirip Malioboro.

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya