MXGP Diminta di Semarang Lagi, Boleh?

Oleh: Imam Yuda Saputra 09 Juli 2018 | 11:31 WIB
Sejumlah crosser memacu motornya di lintasan, pada babak kualifikasi Motocross Grand Prix (MXGP) seri ke-13, di kawasan Bukit Semarang Baru Mijen Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/7). Crosser asal Belanda Jeffrey Herlings berhasil menjuarai gelaran dunia ini./Antara-R. Rekotomo

Bisnis.com, SEMARANG – Agenda balap dunia motocross, MXGP, diklaim sukses digelar di Kota Semarang. Meski demikian, hal itu belum tentu membuat ibu kota Jawa Tengah (Jateng) kembali ditunjuk sebagai tuan rumah MXGP pada tahun depan.

MXGP Seri ke-13 yang dihelat di Sirkuit BSB City, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jumat-Minggu (6-8/7/2018) menghadirkan pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Jeffrey Herlings, sebagai pemenang. Crosser asal Belanda itu tampil sebagai yang tercepat mengungguli Clement Desalle dari Monster Energy Kawasaki di urutan kedua dan Tim Gasjer dari Honda Racing Corporation (HRC) di podium ketiga.

Penampilan para crosser luar negeri itu pun diklaim mampu menarik perhatian ribuan penonton untuk menyaksikan MXGP di Semarang. Bahkan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengklaim bahwa kunjungan penonton di MXGP of Asia yang dihelat di Semarang di Semarang disaksikan sekitar 70.000 penonton atau terbanyak sepanjang sejarah digelarnya agenda kejuaraan dunia motocross tersebut.

Meski sukses, belum tentu Kota Semarang bakal dipercaya kembali menjadi tuan rumah MXGP tahun depan. Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), Sadikin Aksa.

“Kalau dari Pak Wali Kota memang penginnya kembali digelar di Semarang. Tapi, ujung-ujungya komersial lagi. Biasa jadi diminta kota lain,” ujar Aksa.

Sadikin menyebutkan Indonesia mendapat jatah menggelar dua kali MXGP seri Asia, yakni tahun 2018 dan 2019. Tahun ini, jatah menggelar MXGP seri Asia itu diberikan kepada Kota Semarang.

Sederet persiapan pun dilakukan Kota Semarang untuk menggelar seri kejuaraan dunia motocross itu. Pemkot Semarang bahkan mengucurkan dana mencapai Rp18 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menghelat MXGP. Sebagian besar dana itu digunakan untuk membangun sirkuit non-permanen di BSB City.

“Jadi yang dapat kontrak itu Indonesia, bukan Semarang. Jadi ada kemungkinan tahun depan bisa digelar di kota lain. Tergantung nanti seperti apa kontrak selanjutnya,” beber pengusaha asal Makassar itu.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya