Proyek Kampung Bahari Tambaklorok, Begini Kata Tokoh Masyarakat

Oleh: Newswire 04 September 2018 | 10:26 WIB
Proyek Kampung Bahari Tambaklorok, Begini Kata Tokoh Masyarakat
Proyek kampung bahari Tambak Lorok.

Bisnis.com, SEMARANG - Tokoh masyarakat Tambaklorok M Rozikin menilai pelaksanaan proyek Kampung Bahari Tambaklorok terlalu mepet antara persiapan dengan realisasi pembangunan fisik di lapangan.

"Secara umum, kami senang dengan adanya proyek Kampung Bahari. Kawasan Tambaklorok menjadi lebih bagus, tertata, dan bersih. Jalan-jalan bagus, dan sebagainya," katanya di Semarang, Selasa (4/9/2018).

Bahkan, kata dia, tidak dibuat konsep Kampung Bahari pun, asalkan infrastruktur di kawasan Tambaklorok, seperti jalan, talud dibenahi, dibangun fasilitas kesehatan dan pendidikan saja warga sudah senang.

Selama ini, Bandot, sapaan akrab Rozikin mengatakan belum ada sekolah dasar (SD) negeri di Tambaklorok dan baru ada SD swasta, kemudian pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) juga belum ada.

"Puskesmasnya baru ada di Bandarharjo. Jaraknya sekitar 3-4 kilo dari Tambaklorok sehingga memang relatif jauh. Di Tambaklorok saja kurang lebih ada 12 ribu kepala keluarga (KK)," katanya.

Menurut dia, Kampung Bahari secara konsep pun baik, tetapi pelaksanaannya yang terkesan terburu-buru tanpa ada sosialisasi yang matang kepada warga sehingga kerap terjadi miskomunikasi.

Untuk proyek yang memerlukan pembebasan lahan, kata dia, mestinya kan disosialisasi dulu minimal satu tahun, baru tahun berikutnya bisa dilakukan pengerjaan fisik sehingga warga ada persiapan.

"Kalau ini kan bareng, pembebasan lahan sama pengerjaan fisik. Ini kan menyangkut persiapan warga. Banyak warga yang setuju, tetapi kok disayangkan programnya itu langsung seketika," katanya.

Dikatakan pembina kelompok-kelompok usaha bersama (KUB) nelayan Tambaklorok itu, dampak sosial warga yang lahannya tergusur kan membutuhkan waktu lama untuk persiapan, terutama relokasi.

"Kalau saya pribadi menginginkan tidak perlu lah ada semacam penggusuran. Toh, warga yang malah tidak bisa menikmati Kampung Bahari kalau mereka tergusur," kata politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu.

Progres pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok pun, dinilai Bandot, belum mencapai 50 persen dengan berbagai kendala yang dihadapi, padahal targetnya pembangunan dirampungkan akhir tahun ini.

"Pembangunan infrastruktur jalan panjang 700 meter dan lebar 2 meter, ada ruang terbuka hijau (RTH) juga, dan pasar. Ya, kalau saya inginnya sih tidak sampai ada semacam penggusuran," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya