Panen Melimpah, Pemprov Jateng Minta Pengusaha Tak Impor Tembakau

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 18 September 2018 | 18:37 WIB
Panen Melimpah, Pemprov Jateng Minta Pengusaha Tak Impor Tembakau
Buruh mengangkat daun tembakau kering untuk disortir di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Praya, Lombok Tengah,NTB, Kamis (7/9)./ANTARA-Ahmad Subaidi

Bisnis.com, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta para pengusaha rokok agar tidak melakukan impor tembakau.

Pasalnya, panen tembakau tahun ini, khususnya di Jawa Tengah terbilang cukup melimpah. 

Anggota Komisi C DPRD Jateng, M Hendri Wicaksono mengatakan, hasil panen raya tembakau di beberapa daerah berhasil. Sehingga stok daun tembakau cukup melimpah di Jateng.

 “Jadi kami ingin pabrik rokok tidak impor tembakau. Kami harapkan hasil panen para petani tembakau bisa terserap dengan baik oleh pabrik rokok yang ada,” ujar Hendri, Selasa (18/9/2018).

Dia menambahkan, masa panen tembakau juga masih akan berlangsung hingga pertengahan Oktober, sebab di beberapa daerah, seperti di lereng Gunung Sumbing Selatan yang secara alami memang paling akhir memanen daun tembakaunya.

Hendri berharap, agar harga pembelian tetap bertahan bagus agar para petani bisa meraih keuntungan yang layak. Apalagi kualitas panen tembakau tahun ini cukup bagus. 

“Turunnya hujan pada bulan Juni 2018 dapat menyuburkan tanaman tembakau. Sehingga sudah selayaknya harga jualnya juga lebih baik,” ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, tembakau menjadi salah satu tanaman yang cukup banyak ditanam di Jateng. Dengan adanya harga jual yang baik, hal ini akan membuat para petani tembakau kian meningkat kesejahteraannya. 

"Tentu kami harap yang meningkat kesejahteraannya tidak hanya petani tembakau, namun juga petani yang menanam tanaman-tanaman yang lain,” terangnya.

Terkait dengan potensi tembakau, dia menegaskan, berkomitmen melindungi dan membela berbagai kepentingan petani tembakau dari berbagai daerah. 

"Atas dasar itu, kita juga ingin utamakan dulu hasil tembakau lokal. Kita juga siap membantu perkembangan pertanian tembakau untuk kesejahteraan petani,” katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya