Ganjar Minta Warga Jateng Kurangi Konsumsi Gandum

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 26 Oktober 2018 | 13:51 WIB
Ganjar Minta Warga Jateng Kurangi Konsumsi Gandum
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo (kedua kiri) mencoba penganan ringan di sela-sela peringatan Hari Pangan Nasional di Blora, Jateng, Jumat (26/10)./Dok. Pemprov Jateng

Bisnis.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat mengurangi konsumsi makanan berbahan dasar gandum karena komoditas ini diperoleh melalui impor.

Menurut Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, banyak makanan lokal Indonesia yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti makanan berbahan dasar gandum. Hal ini disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Pangan Nasional ke-38 di Blora, Jateng.
 
"Indonesia memiliki banyak hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gandum yang bersumber dari umbi-umbian seperti  ketela, jagung, gembili, tales, ganyong dan masih banyak lagi. Nah, bahan makanan ini sebenarnya bisa diolah menjadi tepung sebagai bahan substitusi gandum, tapi sampai sekarang potensi ini belum tergarap," paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/10/2018).

Namun, Ganjar optimistis ketergantungan terhadap gandum dapat dikurangi mengingat banyaknya umbi-umbian yang ada di Indonesia. Meski, memang dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.
 
"Mesti dirangsang dari pemerintah, swasta, makanannya harus berbahan dasar itu, jangan membeli bahan bahan dasar gandum atau setidaknya mengurangi," tegasnya.

Dalam peringatan Hari Pangan Nasional tersebut, hadir pula Kepala Badan Ketahanan Panganan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi dan Bupati Blora Djoko Nugroho.
 
Agung mengungkapkan Indonesia memiliki jenis bahan makanan terbanyak ketiga di seluruh dunia. Sayangnya, pola makan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh beras dan gandum.
 
"Kalau dibedah, isi perut orang Indonesia itu isinya ya bahan makanan dari beras dan gandum. Padahal, Indonesia menjadi negara ketiga dengan jenis bahan makanan terbesar di dunia," tuturnya.

Dengan banyaknya jenis pangan lokal, lanjut Agung, mestinya Indonesia mampu menjadi negara yang berdaulat pangan. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong masyarakat untuk menggalakkan pengembangan pangan lokal.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk tidak hanya memenuhi kuantitas tapi juga kualitas pangan yang baik.
 
"Kecukupan pangan saja tidak cukup, pemerintah harus memastikan bahwa keterpenuhan gizi juga terjamin demi sumber daya manusia Indonesia ke depan yang lebih unggul," tambahnya.

Kegiatan Hari Pangan ini juga dimeriahkan pameran potensi komoditas pangan dan pertanian dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, lomba mengukir buah antar kabupaten/kota, lomba merangkai produk pertanian lokal antar sekolah, serta lomba merangkai produk makanan khas Blora.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya