Ganjar Panen Tembakau Isi 'Libur' Menjabat Gubernur

Memanfaatkan waktu rehat dari jabatannya, Ganjar Pranowo mengunjungi panen raya tembakau di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, Senin (27/8/2018).
Alif Nazzala Rizqi | 27 Agustus 2018 13:21 WIB
Gubernur Terpilih Jateng 2018 - 2023 Ganjar Pranowo saat memanen tembakau. - Ist

Bisnis.com, TEMANGGUNG – Memanfaatkan waktu rehat dari jabatannya, Ganjar Pranowo mengunjungi panen raya tembakau di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, Senin (27/8/2018).

Ganjar memetik 11 daun tembakau sebagai ritual awal panen. Sementara uborampe (perlengkapan) panen raya atau yang oleh masyarakat setempat disebut Rondon Soto telah disiapkan. Bentuknya mulai bubur merah, jenang, ketan, ingkung, salak, jeruk, pisang sampai mentimun ditata di pematang sawah untuk dinikmati bersama seusai doa dipanjatkan.

Setiap petani yang datang membawa satu ikat daun tembakau hasil petikan dari sawah masing-masing. Di desa Legoksari terdapat 400 kepala keluarga petani.

Asmoro salah satunya yang mengawali perbincangan dengan memberi lelucon, di Legoksari semua warganya petani kecuali sekretaris desa.

"Dengan guyubnya petani dalam panen raya ini semoga memberi keberkahan," katanya dalam rilis.

Berbagai simbol pengharapan keberkahan pun diterapkan dalam Rondon Soto tersebut. Dari berbagai makanan yang menjadi simbolisasi sampai pemilihan hari, yakni Senin Pon, yang dalam kalender Jawa memiliki hitungan sebanyak 11.

"Sebelas dalam bahasa Jawa sewelas, artinya semoga mendapat kawelasan, belas asih dari Tuhan semoga panen ini membawa berkah," kata Asmoro.

Subakir, Kepala Desa Logoksari mengatakan di desanya terdapat 400 hektare areal persawahan tembakau. Di mana setiap satu hektar bisa menghasilkan 1 ton kering tembakau.

"Untuk satu kilogram tembakau seharga Rp100.000 dengan kualitas great C +," katanya.

Tembakau di daerahnya, lanjut dia, memiliki potensi besar untuk jadi tembakau srintil, salah satu varian tembakau kelas unggulan di dunia yang harganya bisa mencapai Rp1 juta per kilogram.

"Jika melihat cuaca, harapannya panen tahun inj yang berlangsung sampai Oktober, lebih baik dari tahun 2015, di mana tembakau bisa menembus great H dengan harga Rp1,25 juta per kilogram," ujarnya

Sementara itu, untuk kesejahteraan petani Ganjar mendorong harga jual tembakau lebih tinggi. Karena dua tahun terakhir tembakau temanggung tidak terbeli dengan baik.

"Harapan utama saya jenengan sehat. Semoga panennya lancar tembakaunya harganya mahal rizkinya lancar. Kalau kita sudah berusaha menanam, mupuk, panen, selanjutnya berdoa," kata Ganjar usai memetik tembakau.

Ganjar juga mengaku akan terus berupaya agar hasil pertanian di Jawa Tengah, tembakau khususnya memiliki daya jual yang tinggi melalui koordinasi dengan pabrik serta pemerintah pusat.

Tag : temanggung
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top