Apindo dan Bisnis Indonesia Grup Kumpulkan Pelaku Bisnis Soloraya

Jadi yang diangkat tidak hanya pariwisata saja, tapi juga memperhatikan orang bisnis, meeting dan sebagainya.
Iskandar | 31 Agustus 2018 05:28 WIB
Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Solo, Bambang Irawan (dua dari kanan) memberi sambutan pada Forum Binsis Soloraya di Hotel Alana, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Kamis (30/8) petang. - JIBI/Iskandar

Bisnis.com, KARANGANYAR – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo bekerja sama dengan harian Bisnis Indonesia dan Solopos menggelar Forum Bisnis Soloraya.

“Forum bisnis Soloraya kedua yang digelar kali kedua ini kerja sama Dewan Pengurus Kota [DPK] Solo dengan harian Bisnis Indonesia dan Solopos. Acara kedua ini mengangkat tema destinasi dan pariwisata, meeting, conference atau pameran untuk meeting, untuk rapat-rapat. Ini sudah kita mulai di antaranya Kadin mengajak pengurus pusat mengadakan acara di Solo, perkumpulan dokter juga mengadakan acara di Solo dan sebagainya,” ujar Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo, Wahyu Haryanto ketika ditemui di sela-sela acara petemuan dengan para pelaku bisnis di Soloraya di Hotel Alana, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Kamis (30/8) petang.

Menurut dia hal tersebut merupakan peluang usaha untuk para pelaku bisnis mempersiapkan diri. Sehingga ketika para pendatang dari luar kota itu datang di Solo tidak kecewa dan jangan sampai Solo hanya jalan di tempat.

Karena itu pada acara ini pihaknya mengundang Asita, Kadin, Apindo, Hipmi, PHRI dan sebagainya. Dia menjelaskan jika pertemuan dan konferensi banyak digelar di Solo bisa untuk mengisi hotel yang saat ini sudah banyak berdiri di Solo.

“Jadi yang diangkat tidak hanya pariwisata saja, tapi juga memperhatikan orang bisnis, meeting dan sebagainya.”

Harapannya dengan adanya acara ini para pengusaha Solo siap dan perlu bersinergi atau bekerja sama. Sebab satu event yang ada di Solo akan membawa banyak multiplier effect. Tidak hanya hotel saja yang akan menikmati, tapi sektor transportasi, industri batik, kuliner dan sebagainya.

Sementara itu Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Solo, Bambang Irawan berharap setidaknya pelaku bisnis di Solo memiliki pandangan yang relatif lebih jelas tentang konteks kepariwisataan di Solo. Sehingga mereka juga bisa mensinergikan hal ini dengan industri pariwisata yang ada.

“Tadi sudah disinyalir Pak Abdullah [Ketua PHRI Solo] bahwa ada pelaku bisnis yang ke keraton, ke Mangkunegaran, ke Museum Radyapustaka saja belum pernah. Karena sektor bisnis itu kadang-kadang fokus pada bisnisnya sendiri. Sebab bisnis pariwisata itu ada yang terkait langsung dan tidak langsung,” papar dia.

Paling tidak dengan adanya acara ini akan memberi kesadaran kepada pelaku bisnis untuk menyadari bahwa Solo adalah kota pariwisata dan di masa mendatang juga mengarah ke kota jasa. Karena itu hal ini perlu disengkuyung bersama-sama.

Sumber : JIBI/Solopos

Tag : solo
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top