Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapal di Karimunjawa Beroperasi Jumat, 244 Wisatawan bisa Pulang

Sebanyak 244 wisatawan yang sudah lama terjebak di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara akan segera pulang. Sebelumnya, mereka tidak dapat pulang karena gelombang tinggi di laut Jawa beberapa hari ini.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 03 Januari 2019  |  15:32 WIB
Wisatawan berjalan di dermaga setelah kapal yang mereka tumpangi tiba di Pulau Karimunjawa.Foto: Antara
Wisatawan berjalan di dermaga setelah kapal yang mereka tumpangi tiba di Pulau Karimunjawa.Foto: Antara

Bisnis.com, SEMARANG – Sebanyak 244 wisatawan yang sudah lama terjebak di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara akan segera pulang, setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan lampu hijau bagi kapal untuk beroperasi mulai Jumat (4/1/2019) .

Nur Soleh, Sekretaris Camat Karimunjawa, menuturkan kepastian keberangkatan kapal penyeberangan dari Karimujawa ke Jepara setelah mengantongi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Jadwal kapalnya besok pagi (Jumat 4/1/2019). BMKG sudah mengizinkan setelah sebelumnya tertahan karena ombak tinggi di laut Jawa, " kata Nur Kamis (3/1/2019).

Dia menambahkan sesuai jadwal, ratusan wisatawan akan menumpangi dua kapal yakni KMP Signjai dan Ekpress Bahari pada Jumat, 4 Februari 2019 pukul 06.30 WIB. Jadwal tersebut mulai berlaku reguler seperti sebelumnya. 

Nur menjelaskan, para wisatawan yang tertahan di Karimunjawa adalah mereka yang memilih berlibur akhir tahun di pulau paling eksotis di Jawa Tengah tersebut. Rata-rata mereka tiba di Karimunjawa pada Jumat, Sabtu dan Minggu. 

Namun mereka tak bisa langsung pulang karena ombak tinggi 2,5 meter lebih pada hari Senin, Selasa dan Rabu. Sehingga seluruh pelayaran dari pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa maupun sebaliknya terpaksa dihentikan.

"Hari Rabu kemarin, sudah ada 122 wisatawan yang diangkut menggunakan pesawat menuju Semarang. Tapi masih ada 244 orang yang tidak mau dengan alasan kendaraannya dititipkan di Jepara, " tutur dia. 

Terkait kunjungan wisatawan di Karimujawa pada momentum libur Natal dan Tahun Baru, Nur menyatakan jumlahnya relatif menurun berkisar antara 2.000 hingga 3.000 wisatawan. Selain takut adanya ombak tinggi, banyak wisatawan yang memperhatikan informasi BMKG terkait ombak tinggi di laut Jawa.

"Ada juga wisatawan yang takut setelah kejadian tsunami di Selat Sunda lalu. Jadi sedikit menurun, " katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karimunjawa
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top