50 Investor Siap Buka Pabrik di Kawasan Industri Kendal

Kendal Indstrial Park atau Kawasan Industri Kendal telah mengantongi total 50 investor yang akan membangun pabrik di wilayah tersebut sampai Januari 2019, membuat total nilai investasi di kawasan industri tersebut mencapai Rp7,3 triliun secara keseluruhan.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 10 Januari 2019  |  17:14 WIB
50 Investor Siap Buka Pabrik di Kawasan Industri Kendal
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kedua kiri) mengamati maket Kawasan Industri Kendal (KIK) menjelang peresmiannya, di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (14/11). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, KENDAL— Kendal Indstrial Park atau Kawasan Industri Kendal telah mengantongi total 50 investor yang akan membangun pabrik di wilayah tersebut sampai Januari 2019, membuat total nilai investasi di kawasan industri tersebut mencapai Rp7,3 triliun secara keseluruhan.

President Director & CEO Kendal Industrial Park  Stanley Ang mengungkapkan, jumlah perusahaan asing yang tertarik menjadi penghuni kawasan ini mulai mengalami peningkatan sejak semester kedua 2018, seperti dari China dan Korea Selatan.

Tidak hanya itu, lanjutnya tenant dengan investasi baru juga lebih banyak dibandingkan dengan relokasi atau ekspansi pada 2018. Menurutnya, tenant yang akan melakukan investasi baru mencapai sekitar 60%.  

 “[50 tenant] Sudah jadi, sudah teken sama kami. Secara financial mereka sudah komitmen,” kata Stanley di Kendal, Kamis (10/1/2019).

 Dari total 50 tenant yang telah menyatakan komitmennya untuk membangun pabrik di kawasan ini, 7 tenant sudah beroperasi. Kemudian, 3 sedang dalam pembangunan, dan 12 lainnya sedang mengurus izin, desain, dan segala sesuatu yang diperlukan.

Sementara sisa investor yang telah menyatakan komitmennya, dia menuturkan, masih melakukan pengurusan di internal mereka.

Belum banyak tenant yang melakukan pembangunan lantaran beberapa faktor, seperti ada perlambatan akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang membuat investor memuturkan untuk menunggu dan melihat kondisi (wait and see).

Kemudian, kondisi perekonomian dunia dengan ada perang dagang antara China dan Amerika Serikat juga menjadi perhatian bagi investor. Adapun bagi investor di dalam negeri, tahun politik masih mendominasi alasan mereka.

Oleh karena itu, dia memperkirakan, para tenant akan mempercepat pembangunan setelah pemilu selesai atau pada semester kedua tahun ini.

Menurutnya, investor lokal dari dalam negeri untuk sementara masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 85%. Kemudian, diikuti dengan investor dari Singapura sebanyak 7%, Korea Selatan 2%, Jepang 2%, dan Malaysia 2%.

Adapun perusahaan-perusahaan yang sudah setuju untuk menanamkan modalnya di Kawasan Industrial Kendal bergerak di berbagai sektor seperti tekstil, makanan, baja, furnitur, dan kabel.

Terkait dengan fasilitas, dia menuturkan, fasilitas seperti ketersediaan listrik untuk kondisi saat ini dengan 50 tenant masih cukup.

Meskipun begitu, dia menilai perlu ada pembangunan fasilitas tenaga listrik agar operasional produksi tenant tidak terganggu. Saat ini, ujarnya, pihaknya tengah melakukan diskusi dan melakukan pemetaan terkait dengan pemenuhan fasilitas listrik.

“Jadi, kita lagi maping, apakah mereka mau bikin sendiri, apa bisa cocok, atau bikin substitution, kita juga mau membikin ke arah green energi,” katanya.

Menteri perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Jawa Tengah merupakan wilayah yang menarik bagi investor dengan selesainya jalan tol Trans Jawa dan dengan ada dan penambahan investasi terhadap pelabuhan membuat kawasan industri akan tumbuh.

Dengan begitu, dia melanjutkan masalah tenaga kerja akan bisa teratasi mengingat lapangan pekerjaan akan tercipta.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan industri kendal

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top