Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keracunan Seusai Hajatan, 40 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Kira-kira 40 orang terdiri atas anak-anak sampai orang tua dilarikan ke sejumlah rumah sakit (RS) dan klinik kesehatan.
Iskandar
Iskandar - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  01:40 WIB
Salah seorang anak yang sakit seusai pulang menghadiri resepsi pernikahan di Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar dirawat di Klinik Saras Gajahan, Colomadu, Minggu (13/1). - JIBI
Salah seorang anak yang sakit seusai pulang menghadiri resepsi pernikahan di Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar dirawat di Klinik Saras Gajahan, Colomadu, Minggu (13/1). - JIBI

Bisnis.com, KARANGANYAR – Kira-kira 40 orang terdiri atas anak-anak sampai orang tua dilarikan ke sejumlah rumah sakit (RS) dan klinik kesehatan.

Ini terjadi setelah mereka pulang sehabis menghadiri resepsi pernikahan di rumah Sugiono di Dusun Klegen, Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (13/1/2019).

“Mereka mengalami muntah-muntah dan ada yang disertai berak-berak seusai menghadiri resepsi pernikahan warga di kampung. Setelah pulang dari hajaan kira-kira dua sampai tiga jam setelah itu ada yang mengeluh mual, sakit perut, sakit kepala dan badan tidak enak,” ujar salah seorang warga setempat Edy ketika ditemui di lokasi, Minggu malam.

Ternyata keluhan tersebut tidak hanya dialami seorang, melainkan banyak yang mengeluhkan hal serupa. Karena mereka beberapa kali mengalami muntah- muntah dan badan sakit, mereka berinisiatif membawa ke RS dan klinik kesehatan di beberapa tempat.

Sementara itu salah seorang yang dirawat di Klinik Saras Gajahan, Colomadu, Mona, 32, mengatakan dia sempat beberapa kali muntah dan kepala pusing. Bahkan salah satu muntahan yang dialami terdapat darah.

Salah seorang warga lainnya, Sukidi, 62, juga mengaku lima kali muntah-muntah. “Selain kepala sakit perut saya juga seperti ditusuk-tusuk jarum,” kata dia.

Kendati demikian ternyata tidak semua yang hadir pada hajatan itu sakit. Salah seorang warga setempat Adnan Wachid yang mengaku memakan seluruh hidangan yang disajikan tidak sakit.

“Saya Bersyukur tidak mengalami sakit. Padahal saya juga menyantap semua makanan yang dihidangkan. Saya juga heran, karena teman saya ini juga tidak merasa sakit,” kata dia.

Kepala Puskesmas Colomadu I, Mardikaningtyas Kusumaningsih mengatakan sebagian besar mereka menjalani rawat jalan sehingga sudah pulang ke rumah masing-masing. Mereka antara lain dirawat di Klinik Saras di Gajahan Colomadu, RS UNS Pabelan, PKU Solo, Panti Waluyo Solo dan di Karima Utama Kartasura.

“Informasi terakhir kondisi warga yang dirawat di klinik dan rumah sakit sudah membaik tinggal pemulihan. Untuk mengetahui penyebabnya, sampel makanan yang dihidangkan pada hajatan ini sudah diambil semua,” papar dia.

Namun pihaknya baru bisa membawa sampel makanan itu ke Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar pada Senin (14/1) ini. Dia menjelaskan makanan yang diambil sampelnya ada beberapa bagian.

Untuk snack antara lain terdiri atas sosis basah, kue dan mete. Sedangkan untuk makanan antara lailn ada sup matahari, daging, acar dan sebagainya.

Sementara itu Sg, 55, yang mempunyai hajatan juga mengaku heran atas kejadian itu. Karena dia yang juga menyantap makanan tidak mengalami sakit.

“Saya juga makan tapi tidak apa-apa. Buktinya saya masih segar. Jadi saya juga tidak tahu apa penyebabnya,” papar dia.

Kapolsek Colomadu, AKP Sentot Ambarwibowo mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi mengatakan pihaknya sudah mengabil sampel makanan yang dihidangkan dan muntahan salah satu warga untuk diperiksa di laboratorium.

“Untuk lebih jelas apa penyebabnya tentu menunggu hasil laboratorium. Dugaan semntara mereka keracunan makanan. Kami juga masih menunggu kabar besan yang sudah pualjg ke Kebumen dan saudara yang ke Sragen apakah juga ada yang sakit apa tidak,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keracunan

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top