Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kekeringan, Pemprov Jateng Bangun Embung di Wonogiri

Pembangunan Embung Doya diharapkan bisa mengatasi kelangkaan air saat musim kemarau di Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  14:59 WIB
Ilustrasi embung - Antara
Ilustrasi embung - Antara

Bisnis.com, WONOGIRI - Pembangunan Embung Doya diharapkan bisa mengatasi kelangkaan air saat musim kemarau di Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

Setiap musim kemarau, warga harus membeli air karena sulit mendapatkan. Bahkan sebagian harus menjual sapi peliharaan untuk digantikan dengan air bersih.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, embung berkapasitas 270.000 meter kubik tersebut difungsikan sebagai penampungan raksasa penadah air hujan dan aliran air di lokasi tersebut.

Embung dibangun dengan konstruksi geomembran supaya tidak terjadi resapan air ke dalam tanah.

Embung tersebut akan digunakan sebagai cadangan air bagi masyarakat Desa Gambirmanis yang menjadi salah satu daerah zona merah kekeringan di Kecamatan Pracimantoro.

“Embung Doya ini digunakan sebagai penampungan raksasa, sehingga nanti kalau musim penghujan diharapkan bisa mengurangi pembelian air bersih di Desa Gambirmanis tersebut. Insya Allah sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hadi dalam keterangan resminya Senin (14/1/2019).

Pembangunan embung, lanjut Hadi, ada desain ulang (redesign). Ada beberapa tambahan prasarana di embung tersebut.

Diantaranya adalah sumur yang digunakan untuk mengambil air bersih yang tertampung di Embung Doya tersebut. Kemudian, dibangun juga tiga titik saringan kasar berupa tumpukan batu berfungsi menyaring air.

“Sehingga dengan saringan itu, kalau air hujan masuk akan tersaring sebagai kolam pengendap dan kolam besar penyaringan. Dua desain ini merupakan desain khas embung di daerah kekeringan terutama daerah kars,” jelasnya.

Hadi menambahkan dalam pantauannya, ada beberapa catatan di antaranya dengan konstruksi geomembran yang licin dan berada di tengah hutan, menyebabkan beberapa hewan terperangkap di dalam embung.

Seperti saat pihaknya mencoba menimba air di sumur penampungan, ternyata ada ular yang terbawa. Hal tersebut cukup membahayakan, sehingga pihaknya meminta untuk segera dicarikan solusinya supaya tidak membahayakan bagi masyarakat sekitar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wonogiri Embung Desa
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top