Jateng Genjot Pembentukan 1.000 Desa Wisata

Pemprov Jawa Tengah akan membentuk sedikitnya 1.000 desa wisata baru pada lima tahun kedepan. Pembentukan itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng tahun 2019-2023.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  16:50 WIB
Jateng Genjot Pembentukan 1.000 Desa Wisata
Sejumlah pekerja membersihkan bangunan kuno berupa pagar batu di situs Liyangan, Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, Senin (18/6/2013). - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, SEMARANG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan membentuk sedikitnya 1.000 desa wisata baru pada lima tahun kedepan. Pembentukan itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng tahun 2019-2023.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng, Abdul Aziz mengatakan, RPJMD tersebut kini telah memasuki tahap pembahasan besaran anggaran yang harus dikeluarkan. 

"Melalui RPJMD itu kita punya harapan untuk mewujudkan semakin kuatnya kawasan regional yang dimiliki agar mampu menjadi pusat pertumbuhan strategis," kata Abdul Aziz Selasa (22/1/2019). 

Aziz mengatakan, saat ini masyarakat Jateng pun sudah banyak yang siap dan beberapa telah menjadikan desanya jadi lebih menarik dengan memunculkan destinasi-destinasi baru yang memikat pengunjung.

Meski demikian, lanjutnya tidak semua desa bisa dijadikan kawasan desa wisata mengingat potensi yang dimiliki berbeda, ditambah anggaran yang dikeluarkan cukup besar. 

"Kapasitas fiskal APBD Jateng tahun 2023 sekitar Rp30,4 triliun dan posisi di 2019 mencapai Rp24,9 triliun. Kalau semua desa kita bentuk menjadi desa wisata atau kawasan-kawasan strategis, tentu tidak realistis dan anggarannya juga tidak efektif," ucapnya. 

Dia optimistis, 1.000 desa wisata bakal terbentuk  pada lima tahun ke depan. Untuk mendukungnya pihaknya berkomitmen penuh meloloskannya baik dari segi regulasi maupun politik anggaran. 

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Sudaryanto menambahkan, pembentukan kawasan-kawasan strategis di desa itu memerlukan komitmen baik Pemprov, Pemkab hingga pemerintah desa yang harus saling mendukung sehingga mampu berwujud. 

"Harus ada komitmen bagi seluruh kepala daerah mendukung suksesnya RPJMD ini, teman-teman kepala desa, masyarakat, perguruan tinggi dan pihak lain harus ikut mewujudkannya" jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng, DESA WISATA

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top