Liburan Imlek Dongkrak 30% Okupansi Hotel di Semarang

Pergantian tahun baru imlek ternyata membawa berkah bagi industri perhotelan di Kota Semarang. Pasalnya, pada libur imlek tahun ini, okupansi hotel mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan pada hari biasa.
Alif Nazzala Rizqi | 05 Februari 2019 17:19 WIB
Ilustrasi lobi hotel - Antara

Bisnis.com, SEMARANG – Pergantian tahun baru imlek ternyata membawa berkah bagi industri perhotelan di Kota Semarang. Pasalnya, pada libur imlek tahun ini, okupansi hotel mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan pada hari biasa.

Sales Executive HaKa Hotel Semarang, Nona Indrayana mengatakan pada libur imlek ini, okupansi hotel mnegalami kenaikan yang cukup siginfikan yakni mencapai angka 30% dibandingkan pada hari biasa. 

“Kenaikan okupansi cukup tinggi, mencapai 30% dibandingkan pada hari libur biasa,” katanya Selasa (5/2/2019).

Nona menjelaskan, okupansi sampai petang kemarin, berada di angka hampir 95% yang didominasi dengan tamu walk in. Tingginya okupansi ini, lanjut dia dipengaruhi libur panjang yang dimulai sejak Sabtu (2/2) sampai Selasa (5/2) ini. “Okupansi pada hari biasa atau weekdays biasanya hanya 50% saja,” tambahnya.

Selain pengaruh libur panjang, tinggnya okupansi ini juga didukung dengan adanya promo kamar dan makan malam khusus imlek yang ditawarkan oleh HaKa Hotel Semarang. Diantaranya adalah paket makam malam dengan harga Rp250.000 yang bisa dinikmati empat orang.

Tingginya okupansi juga dirasakan oleh Star Hotel Semarang, dimana jika weekdays, hotel bintang empat ini hanya memiliki okupansi sekitar 50%. Sementara untuk libur Imek kali ini okupansi yang didapatkan mencapai 85%, naik 35% dibandingkan pada hari biasa.

“Selain libur panjang, tingginya okupansi juga karena promo khusus imlek yakni paket kamar dan dinner yang dijual dengan angka Rp833.000, serta paket dinner khusus yang dijual diangka Rp168.000,” tutur Riyanti Public Relations Executive Star Hotel Semarang.

Terpisah, Sales Executive Whiz Hotel Semarang, Farah Zahara Maulida menerangkan jika libur imlek saat ini, okupansi dihotelnya mencapai 95% meningkat pada hari biasa. Salah satu penyumbangnya adalah banyaknya tamu yang memilih longstay karena libur panjang. 

“Okupansinya mencapai 95% sampai Selasa (5/2)," tambahnya.

Selain karena libur panjang, tingginya okupansi ini dikarenakan program imlek yang diberikan, diantaranya Gong Xi Fa Cai Great Sale itu bayar Rp650.000 untuk dua malam satu kamar atau satu kama dua malam. “Juga ada Lucky Draw itu buat tamu yang dateng langsung ke Hotel tanpa reservasi dulu dapat discount 50% dari harga Rp400.000 itu include breakfast,” katanya.

Tag : imlek, okupansi hotel
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top